Jum'at, 19 Oktober 2018

Wah, Opening Ceremony Sippa Dhamma Samajja Nasional VII Berlangsung Meriah

  • Rabu, 10 Oktober 2018 11:23 WIB
Foto Bersama Kakanwil Kemenag Sultra H. Abdul Kadir bersama ibu didampingi pembimas Budda Sihar dengan seluruh peserta SDS Nasional VII

Jakarta (Inmas Sultra) --- Parade budaya mengawali pembukaan Sippa Dhamma Samajja (SDS) Tingkat Nasional VII tahun 2018. Alunan denting gamelan mengalun dimainkan oleh grup kesenian Wayang Urban, tak lama setelah Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin tiba di Krakatau Ball  Room, Hotel Mercure Ancol, Selasa (09/10) malam. Bersamaan dengan alunan gamelan, presenter kondang Ully Herdinansyah mulai memanggil defile masing-masing provinsi peserta Sippa Dhamma Samajja (SDS) Nasional VII.

Di jajaran bangku terdepan, tampak Dirjen Bimas Buddha Caliadi mendampingi Menag Lukman Hakim Saifuddin. Tampak hadir juga pejabat Eselon I dan II di lingkungan Kemenag, Ketua Umum Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi) Arif Harsono, Ketua Umum Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) S. Hartati Murdaya, para pemuka agama Buddha, serta Kakanwil Kementerian Agama Provinsi se-Indonesia termasuk Kepala Kanwil Kemenag Sultra H. Abdul Kadir yang didampingi oleh Ketua DWP Kanwil Kemenag Sultra Mas Intan.

Defile peserta yang tampil dengan mengenakan baju atau pun batik khas daerah masing-masing, memasuki ruangan pembukaan dengan diiringi musik gamelan. Suasana makin semarak, saat grup kesenian pimpinan Ki Nanang HP ini memainkan lagu daerah masing-masing provinsi dengan tabuhan gamelan mereka untuk mengiringi tiap defile.

Misalnya, ketika defile asal Provinsi Sulawesi Tenggara memasuki ruangan, maka lagu Tanah Wolio pun dimainkan. Defile Maluku, diiringi masuk dengan alunan lagu Rasa Sayange. Begitu juga kontingen Papua Barat yang tampil atraktif saat lagu  Apuse dimainkan.

Tampak Menag Lukman Hakim Saifuddin beserta para tamu undangan yang hadir menikmati  suguhan tersebut. Lambaian tangan tak henti mereka  berikan kepada defile-defile yang hadir. Tepukan riuh para peserta pun terus memenuhi Ball Room berkapasitas hingga dua ribu orang ini.

Usai seluruh defile hadir dalam ruangan, Lagu Indonesia Raya berkumandang. Tak lama, hadir empat mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri (STABN) Sriwijaya Tangerang  yang membacakan ayat-ayat Dhammapada dalam empat bahasa.

Suasana makin hangat, ketika dalang Ki Nanang HP mulai mementaskan lakon Pendadaran Suko Limo. Mengangkat kisah tentang Guru Drona yang memberikan petuah pada Pandawa dan Kurawa. Seluruh peserta dan undangan yang hadir tampak terhanyut dalam kisah yang mengingatkan pesan Guru Drona, bahwa sebaik-baiknya ilmu adalah yang berubah menjadi tindakan.

Tak seperti seremonial pembukaan kegiatan pada umumnya, pada opening SDS Nasional VII kali ini, Menag Lukman Hakim Saifuddin diminta naik ke atas panggung diiringi permohonan dari sang dalang.

“Kami orang muda, harus bertanya pada siapa? Saya mewakili seluruh kontingen dan peserta, memohon kesediaan Bapak Menteri untuk memberikan nasehat pada kami. Kami orang muda, rindu dibimbing dan dicinta,” senandung Ki Nanang HP.

Dalam sambutannya, Menag Lukman Hakim Saifuddin mengingatkan kata bijak dari Dalai Lama. “Pikiranmu akan membentuk perbuatanmu. Perbuatanmu akan membentuk kebiasaanmu. Kebiasaanmu akan membentuk karaktermu,” ucap Menag.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin juga mengatakan bahwa Sippa Dhamma Samajja memiliki makna yang sangat penting dan strategis.

"Karena dalam kegiatan ini, siswa Buddhis yang telah mendapatkan pembelajaran agama di sekolah, dipertemukan untuk dapat menunjukkan hasil proses belajarnya." Tandasnya.

Suasana hikmat pun kembali segar, ketika sekelompok anak muda hadir di atas panggung membawakan lagu-lagu dengan aransemen modern. Bahkan tampak para peserta yang notabene adalah generasi milenial tak sungkan ikut bernyanyi dari kursi mereka duduk.

“Perpaduan ini sengaja  akan kita suguhkan dalam pembukaan SDS, untuk mengingatkan generasi milenial Buddhis bahwa meskipun mereka sudah berada di zaman yang sangat maju, tapi mereka tidak boleh lupa dengan tradisi dan karakter mereka,” ujar Ketua Pelaksana, Paniran saat dimintai komentar tentang konsep pembukaan SDS  Nasional VII.

Sumber : -
Penulis : Rahmad. S.Pd., M.Pd
Editor : Rahmad. S.Pd., M.Pd
Dibaca : 58 kali