Sabtu, 17 November 2018

Plt Kakanwil Kemenag Sultra Dukung Penguatan Peran FKUB

  • Jum'at, 07 September 2018 06:22 WIB
Gubernur Kaltara H. Irianto Lambrie buka Konfernas ditandai pemukulan gong

Tarakan (Inmas Suktra) --- Konferensi Nasional (konfernas) IV Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan Rapat Koordinasi Nasional (rakornas) FKUB di Tarakan Plaza Hotel, Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) batal dibuka langsung oleh Presiden RI, Joko Widodo.

Konferensi yang dihadiri ribuan peserta perwakilan dari 34 provinsi se-Indonesia itu akhirnya dibuka Gubernur Kaltara, H Irianto Lambrie.

Pembukaan konferensi diawali pembacaan dan penandatanganan deklarasi oleh para ketua FKUB se-Indonesia, dilanjutkan sambutan Ketua Asosiasi FKUB Indonesia dan sambutan Presiden RI Joko Widodo diwakili Gubernur Kaltara.

Dalam sambutan, Gubernur Irianto menyinggung tugas kepala daerah dalam memelihara kerukunan umat beragama sesuai PBM No. 9 dan 8 tahun 2006 yaitu memelihara kerukunan, pembedayaan FKUB serta pendirian rumah ibadah.

Dikatakan, tugas itu harus direalisasikan maksimal, sehingga kerukunan umat beragama di Indonesia semakin kokoh.

Gubernur juga mengatakan, kerukunan harus dipandang secara aktif bukan pasif. Artinya, kerukunan sebagai hal yang fundamen tidak hanya dijaga, namun terus ditingkatkan dengan melakukan berbagai kegiatan bersifat sosial kemanusiaan dan musyawarah secara bersama-sama tanpa memandang perbedaan suku, agama, ras dan lainnya. 

“Perbedaan atau keragaman itu sunatullah, kodrat Allah. Karena itu harus kita syukuri dan kita manfaatkan sebaik mungkin untuk kebaikan bersama,” ucapnya.

Pada kesempatan Gubernur Irianto juga mengajak para tokoh agama dan peserta Konfernas untuk melihat sejarah beberapa negara yang hancur akibat perang saudara karena ketidakmampuan menjaga kerukunan diinternal mereka.

Sementara Ketua Assosiasi FKUB Indonesia, Ida Pangelinsir Agung dalam sambutan mengungkapkan sebagai kumpulan tokoh-tokoh agama, FKUB memiliki peran strategis untuk mengharmoniskan umat beragama sekaligus untuk memberdayakan umat beragama. 

Karena itu fungsi dan peran FKUB harus terus dioptimalkan sehingga akan terus memberikan kontribusi nyata bagi keharmonisan bangsa. “Lebih-lebih menjelang tahun politik 2019 yang rentan dengan isu-isu agama, hoax bertebaran di media sosial. Ini sangat rawan bagi kondisi kerukunan kita,” ucapnya.

Karena itu, ia berharap pemerintah daerah dan pusat melalui Kementerian Agama terus meningkatkan perhatian terhadap keberadaan FKUB di wilayah masing-masing.  

Sementara plt. Kepala Kanwil Kemenag Sultra Mansur usai menghadiri pembukaan Konfernas mengatakan sangat mendukung pentingnya penguatan peran FKUB di seluruh provinsi se-Indonesia.

Terlebih di tahun-tahun politik. FKUB sebagai organisasi berhimpunnya para tokoh agama harus berperan aktif turun lapangan merangkul umat agar tidak mudah terprovokasi isu-isu bermuatan suku, agama, ras dan antar golongan  yang dihembuskan oknum-oknum tidak bertanggungjawab yang bisa mengoyak kerukunan di tengah masyarakat.

“Agar FKUB bisa bekerja maksimal, tentu pemerintah harus serius memperhatikan pendanaan FKUB,” ucapnya.  

Sumber : -
Penulis : Rahmad. S.Pd., M.Pd
Editor : Rahmad. S.Pd., M.Pd
Dibaca : 62 kali