Kamis, 20 September 2018

PPIH Arab Saudi Imbau Koper Jamaah Haji Sultra Sesuai Ketentuan

  • Selasa, 28 Agustus 2018 08:06 WIB
Petugas Maskapai Saat Menimbang Koper Jamaah di Hotel Tempat penginapan Jamaah haji Indonesia

Makkah (Inmas Sultra) --- Petugas PPIH Arab Saudi Melalui wawancara via telpon whatsApp H. Abdul Wijaya Basry, S. Sos. I selaku pengawas penimbangan koper di salah satu hotel di Arab Saudi menyampaikan kepada Tim Humas Kemenag Sultra bahwa Kepala Daerah Kerja Mekkah Endang Jumali, telah membuat surat edaran Nomor 402/DK.MAK/8/2018 tanggal 14 Agustus 2018 yang ditujukan kepada seluruh jemaah haji.

Dalam surat tersebut, H. Abdul Wijaya yang juga sebagai petugas nonkloter asal Sultra Kabupaten Buton menyebutkan delapan ketentuan penimbangan bagasi dan barang bawaan. “Salah satunya dilarang memasukkan air zamzam dalam koper (bagasi) dan membawa parfum melebihi 100 ml," kata Abdul Wijaya yang akrab disapa Wahid. Menurutnya, jemaah haji asal Sultra akan mendapatkan air zamzam di debarkasi masing-masing setibanya di Tanah Air. ”Ada jatah 5 liter bagi tiap jemaah,” ungkap Wahid. Pria asal Buton ini menjelaskan, jatah zamzam tersebut berasal dari maskapai dengan ketentuan mengacu pada nota kesepahaman/ memorandum of understanding (MoU) antara Kementerian Agama dan pihak penerbangan terkait bawaan air zamzam jemaah.

Ketentuan lainnya menukil surat edaran Kepala Daerah Kerja Mekkah, Wahid menyebutkan tempat penimbangan dilakukan sesuai dengan penempatan hotel jemaah; penimbangan bagasi akan dilakukan 48 jam sebelum take off pesawat; Jemaah haji hanya diperbolehkan membawa tas paspor, tas tentengan (tas kabin) berat maksimal 7 Kg dan koper (bagasi) 32 Kg. Wahid mengharapkan kepada jamaah haji asal Sultra agar betul-betul memperhatikan ketentuan yang telah ditetapkan oleh PPIH, jangan sampai barang bagasinya dibongkar hanya gara-gara melanggar ketentuan yang telah ditetapkan oleh PPIH Arab Saudi. Menyinggung masalah koper jamaah, Wahid menyampaikan bahwa harus sesuai surat edaran yang telah ditetapkan Kepala Daerah Kerja Mekkah. “Koper yang masuk bagasi juga dilarang menggunakan pelindung net atau jaring tali tambang. Hal ini, dimaksudkan untuk memudahkan para petugas maskapai dalam menimbang barang bagasi jamaah haji tahap pertama di hotel tempat menginap jamaah. Selaku PPIH Arab Saudi kami bertugas mengawasi penimbangan untuk menghindari adanya transaksi Jamaah dengan petugas maskapai yang bisa melebihi kapasitas yang telah ditentukan.

Selain itu, pada tahapan pemeriksaaan kedua, koper jamaah di bandara King Abdul Aziz Jeddah kembali akan diperiksa apabila masih terdapat air zamzam maka yang akan eksekusi pihak keamanan bandara King Abdul Aziz Jeddah Arab Saudi yang didampingi PPIH" Pungkasnya. Selain itu, perusahaan penerbangan hanya akan mengangkut tas tentengan dan koper yang diberikan oleh penerbangan; dilarang membawa cairan melebihi 100 ml dalam tas tentengan kecuali obat-obatan; benda yang mengandung aerosol, gas, magnet, senjata tajam dan mainan yang menggunakan baterai harap dilepas. 

Sumber : Abdul Wijaya PPIH Arab Saudi
Penulis : AD
Editor : Syech
Dibaca : 23 kali