Jajanan Buka Puasa Harus Sesuai dengan Standar Kesehatan

Sabtu, 21 Juli 2012 – Subbag Informasi dan Humas

Foto

(Humas Kemenag Sulta) ——— Memasuki bulan Ramadhan, tidak jarang masyarakat membeli makanan untuk menu buka puasa. Melihat peluang itu, pedagang dadakan menu buka puasa menjamur setiap masuk bulan puasa.

Kepala Dinas Perdagangan, UMKM,dan Koperasi Kota Kendari, Syam Alam, SE., M.Si mengatakan pemerintah tetap memberi peluang kepada pedagang usaha mikro, keci dan menengah untuk mencari rezeki di bulan Ramadhan tanpa harus merelokasi atau menentukan di suatu tempat tertentu. Dengan catatan, tetap menyediakan makanan sesuai standar kesehatan.

Salain itu, lanjut dia, kegiatan tersebut tidak sampai berada di badan jalan karena dapat mengganggu aktivitas transportasi. Bila demikian maka mau tak mau akan berhadapan dengan Satpol PP. Guna menghindarinya, maka pedagang diharapkan lebih jelih melihat lokasi.

“Tahun sebelumnya pemerintah telah menetapkan sejumlah lokasi penjual jajanan buka puasa, hanya saja kurang diminati masyarakat. Oleh sebab itu saat ini pemerintah lebih fokus pada persiapan penyelenggaraan pasar murah, sambil memaksimalkan lokasi jajanan buka puasa,” terangnya.

Sebelumnya, lokasi tersebut diarahkan ke Paddy’s Market atau kawasan pedagang kaki lima (PKL). Jika tahun ini minat masyarakat tinggi, maka pihaknya akan tetap menyediakan di lokasi tersebut.

“Untuk sementara kita lihat perkembangan, jika permintaan di PKL tinggi maka akan tetap kita sediakan tempat. Selain itu, kami juga berharap kepada pedagang agar menyediakan makanan sesuai dengan standar kesehatan seperti tidak menggunakan bahan pengawet, zat pewarna berbahaya, maupun pemanis buatan,” harapnya.

    Bagikan    


Berita Terkait



Lihat versi mobile
©2011 Kementerian Agama Republik Indonesia