Senin, 13 Februari 2012, 20:30 –
SMKN 3 Kendari Peringatan Maulid

(Humas Kemenag Sultra) —- Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sepatutnya bukan sekedar rutunitas tahunan, namun sebaiknya menjadi ajang intropeksi.

Demikian disampaikan Kepala SMK Negeri 3 Kendari, Drs. Muhsin Muin dalam sambutannya pada kegiatan peringatan maulid Nabi Muhammad SAW yang dilaksanakan di SMK Negeri 3 Kendari, Minggu (12/2) dan dihadiri sedikitnya 400-an siswa serta sejumlah guru dan pegawai tata usaha SMK Negeri 3 Kendari.

“Setiap tahun kita memperingati maulid Nabi Muhammad. Semestinya hal ini bukan sekedar bermakna rutinitas tahunan saja, tapi harus kita jadikan ajang intropeksi. Kita harus memetik hikmahnya dengan berusaha mempelajari, menghayati dan mengamalkan keteladan yang telah dicontohkan Rasulullah SAW,” imbau Muhsin.

Pada kegiatan yang juga dihadiri oleh sejumlah siswa perwakilan OSIS SMK dan SMA se kota Kendari itu, Muhsin menekankan pentingnya ketekunan dan kesungguhan dalam menuntut ilmu. “Rasulullah SAW merupakan teladan. Bukan hanya untuk umat Islam, tapi juga bagi seluruh alam. Salah satu keteladanan yang patut kita contohi adalah mengenai menuntut ilmu, sebab menuntut ilmu itu wajib kita lakukan mulai sejak lahir sampai ke liang lahad,” terang Muhsin.

Sementara itu, Syaifuddin Mustaming selaku pembawa hikmah maulid, dalam ceramahnya menekankan penegasan ALLAH SWT tentang tuntutan sekaligus tuntunan untuk menjadikan Rasulullah SAW sebagai suri teladan, dengan mengutip salah satu firman ALLAH SWT di dalam Al Qur’an surah Al Ahzab ayat21.

ALLAH SWT menegaskan: ‘Sungguh telah ada bagimu keteladanan pada diri Rasulullah (Muhammad).’ Penegasan ALLAH ini merupakan tuntutan dan tuntunan bagi segenap umat manusia untuk menjadikan Rasulullah SAW sebagai tokoh panutan dan teladan dalam melakoni keseharian kehidupan kita di muka bumi ini. Begitu banyak hal keteladanan dari Nabi Muhammad SAW yang patut kita terapkan, antara lain sifat shiddiq atau kejujuran. Beliau selalu berkata benar, tidak pernah berdusta. Oleh karena itu, mutlak bagi kita untuk mengimplementasikan nilai – nilai kejujuran itu,” urai Syaifuddin.

Selain itu, Kasubbag Hukmas dan KUB Kanwil Kemenag Sultra ini juga menekankan pentingnya sifat – sifat lain yang melekat pada diri Nabi Muhammad SAW, seperti; amanah, tabligh dan fathanah.

“Nabi Muhammad SAW juga memiliki sifat amanah yang berarti terpercaya, tabligh berarti selalu menyampaikan kebenaran serta fathanah yang artinya cerdas karena ketekunan dan keuletan,” lanjutnya.

“Sifat dan perbuatan yang dimiliki Nabi Muhammad SAW tersebut, mesti kita miliki dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari – hari, sebab hal itu merupakan rangkaian ikhtiar membentuk kepribadian berkarakter Qur’ani, yaitu pribadi muslim yang sesuai dengan nilai – nilai yang terkandung di dalam kitab suci Al Qur’an,” jelas Syaifuddin.

FAQ
Back to Top Halaman ini diproses dalam waktu : 0.067383 detik
Diakses dari alamat : 10.1.7.64
Jumlah pengunjung: 1695114
Lihat versi mobile
Best Viewed with Mozilla Firefox 1280X768
© Copyright 2013 Pusat Informasi dan Humas Kementerian Agama. All Rights Reserved.