Minggu, 29 September 2013, 15:21 – Bidang PHU, Subbag Informasi Dan Humas
Orientasi Reformasi Birokrasi Jangan Semata-mata pada Remunerasi

H. Suryadharma Ali: “Diarahkan untuk Mempertajam Kinerja Kemenag pada Pelayanan Masyarakat”

(Humas Kemenag Sultra) —- Menteri Agama Republik Indonesia (Menag RI) H. Suryadharma Ali menegaskan, Orientasi Reformasi birokrasi jangan semata-mata pada remunerasi, tapi diarahkan untuk mempertajam kinerja Kementerian Agama (Kemenag) pada pelayanan masyarakat. Penegasan itu disampaikan Menag dalam arahannya saat membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Kemenag Tahun 2013, Jumat, (27/9/2013), di Jakarta.

 Rakernas yang bertajuk “Meningkatkan Komitmen Kementerian Agama dalam rangka Implementasi Reformasi Birokrasi Tahun 2014” ini diselenggarakan dalam kerangka khusus untuk memperkuat komitmen reformasi birokrasi.

 Pada kesempatan itu, Menag juga meminta birokrat harus berlapang dada terhadap pandangan negatif dari luar tentang birokrasi. Stereotip birokrasi kita menurut Menag adalah birokrasi di bawah meja, karena banyak urusan urusan diselesaikan di bawah meja, identik dengan birokrasi banyak meja, yaitu satu urusan harus banyak melalui banyak meja.

 Kerena banyak meja, bertele-tele, sambung Menag, birokrasi kita banyak aturan, maka pelayanan banyak tidak ada kepastian, peraturan hari ini begini, besok bisa berubah, suka-suka pejabatnya. Maka ini banyak dirasakan pihak yang memerlukan jasa pemerintahan.

 Birokrasi kita birokrasi yang boros, baik dari sisi penggunaan dan pelayanan birokrasi. Birokrasi kita birokrasi banyak wacana, gagasan bagus tapi implementasinya hampa, birokrasi kita birokrasi yang suka menyenangkan ke atas, laporan selalu bagus, bertolak belakang dengan realitasnya. Birokrasi kita, birokrasi yang memiliki kelemahan dalam dalam perencanaan.

 Birokrasi kita juga birokrasi yang untung duluan. Menag mencontohkan, bila seorang pengusaha berusaha, izinnya seabrek (banyak), pengurusan izinnya bertele-tele. Kadangkala, lanjut Menag untuk mempercepat perizinan sehingga ada sesuatu yang dinikmati dulu oleh pejabat tersebut. Birokrasi kita, birokrasi yang lemah disiplinnya, birokrat-birokrat kita lemah disiplinnya. Birokrasi kita ditasbihkan sebagai abdi Negara, pelayan masyarakat, tapi realita di lapangan bukan itu, tapi ingin dilayani masyarakat.

 “Inilah mengapa birokrasi kita harus direformasi, bila tidak memenuhi inti reformasi birokrasi, maka tinggal wacana”, kata Suryadharma Ali.

 Menag mengingatkan, bila pejabat yang menangani Reformasi Birokrasi ini, jangan banyak baca buku atau teori, harus melihat riil di lapangan. “Saya sering menggebrak, agar reformasi birokrasi di Kementerian Agama segera dilaksanakan”, tukas Menag.

 Ia mengungkapkan, salah satu out put reformasi birokrasi kita adalah dalam penyusunan anggaran dan program. Setiap tahun anggaran Kementerian Agama meningkat, tetapi selalu diikuti oleh meningkatnya biaya rutin, belanja modal tidak sebanding dengan APBN kita. Menag mengilustrasikan, mengapa Jakarta, Surabaya, Bandung, Medan, dan kota-kota besar lainnya macet, ini salah satu produk birokrasi kita. “Saya minta Kementerian Agama betul-betul lakukan koreksi”, tegas Menag, sembari mengingatkan agar pertemuan ini (Rekernas) bukan pertemuan wacana, tapi pertemuan implementasi. Capek berwacana, kata dia, banyak waktu terbuang, reformasi birokrasi bisa tidak menyentuh akarnya.

 Terkait perolehan opini WTP dari BPK atas Laporan Keuangan Kemeterian Agama (LKKA) dua tahun berturut-turut, menurut Menag ini merupakan prestasi bersama. “ Saya mengucapkan banyak terima kasih atas prestasi yang dicapai ini”, ujar Menag.

 Terkait dengan LKKA selanjutnya, Menag meminta, agar tahun depan jauh lebih baik. “Upaya peningkatan laporan keuangan Kemenag dengan jumlah Satker 4.476 satuan kerja tentu tidak mudah, di forum ini kita menatap ke depan,” pungkas Menag.

 Hadir pada Rakernas ini adalah, seluruh pejabat Eselon I dan II Kemenag RI, para Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenag Provinsi serta Pimpinan Perguruan Tinggi Agama Negeri (PTAN). (dm/kemenag).

FAQ
Back to Top Halaman ini diproses dalam waktu : 0.079380 detik
Diakses dari alamat : 10.1.7.64
Jumlah pengunjung: 1702716
Lihat versi mobile
Best Viewed with Mozilla Firefox 1280X768
© Copyright 2013 Pusat Informasi dan Humas Kementerian Agama. All Rights Reserved.