Rabu, 29 Mei 2013, 02:24 – Pendis & Madrasah
Peringatan Isra’ Mi’raj, Syiar dan Ikhtiar Meningkatkan Cinta kepada ALLAH dan Rasul-Nya

Syaifuddin Mustaming: “Hikmah yang Paling Utama, Ikhtiar Hamba Menyempurnakan Ibadah Shalatnya(Humas Kemenag Sultra) —- Meskipun ada sebagian masyarakat yang menganggap pelaksanaan peringatan Isra Miraj itu adalah bid’ah, namun sebagai umat Islam yang memperingati kegiatan itu, patut dimaknai sebagai syiar sekaligus ikhtiar dalam meningkatkan rasa cinta kepada ALLAH dan Rasul-Nya. Demikian ditegaskan Kepala Sub Bagian Informasi dan Hubungan Masyarakat (Humas) Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tenggara (Kanwil Kemenag Sultra), Syaifuddin Mustaming, saat menyampaikan hikmah pada peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW, yang dilaksanakan keluarga Besar Yayasan Pendidikan Islam Ar Rahman (YAPIRA) Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Sabtu, (25/5/2013) malam.

“Kalau dasar niat melaksanakan untuk mengingatkan dan menyadarkan umat Islam, niat untuk syiar dan menghidupkan sunah Rasulullah, justru itu dianjurkan oleh Allah SWT,” tegas Syaifuddin.

Hal itu kata dia, telah ALLAH tegaskan melalui firman-Nya, “Wahai Muhammad, katakanlah; jika kalian mencintai Allah maka ikutilah Aku (Nabi_red), Niscaya ALLAH mencintai kalian…,” jelasnya mengutip Firman ALLAH.

Pada kegiatan yang diprakarsai siswa siswi MA dan MTs) Nurul Yaqin Dawi-dawi, kecamatan Pomalaa yang berada dalam naungan YAPIRA itu. Syaifuddin mengungkapkan, peristiwa Isra M’iraj merupakan salah satu peristiwa besar yang terjadi 1400 tahun yang silam atau 14 abad yang lalu. “Inti atau hakekat Isra Miraj adalah Nabi menerima perintah ibadah Shalat untuk disampaikan kepada umat manusia,” ungkapnya.

Ia menuturkan, merujuk pada Firman ALLAH di dalam Al Quran, Surah Al Isra ayat 1, ALLAH SWT menunjukkan KemahaKuasaan-NYA dengan memperjalankan hamba-NYA (Nabi Muhammad SAW_red). Dalam kaitan ini ada yang berpendapat bahwa Rasulullah isra miraj dengan jiwa dan rohnya, rohnya saja bahkan ada yang tidak percaya dengan peristiwa ini.

“Kata ‘Abdihi yang dimaksud yakni Rasulullah SAW meliputi lahir dan batinnya. Artinya bahwa yang diperjalankan oleh ALLAH SWT adalah Nabi Muhammad SAW secara utuh jasad dan ruhnya,” terang Syaifuddin.

Diungkapkannya, inti hikmah nabi diperjalankan oleh ALLAH adalah untuk menerima perintah Shalat. “Karena itu, hikmah yang paling utama dari Isra’ Mi’raj adalah terkait ikhtiar hamba menyempurnakan ibadah shalatnya,”

Lebih lanjut ia menguraikan terkait peningkatan kualitas shalat. Yang paling pertama berkaitan cara mensucikan diri. Kalau cara bersuci salah maka kualitas ibadah tidak bagus. Selanjutnya niat dengan ikhtiar untuk melaksanakan shalat yang didasari merasa diawasi Allah. “Begitupun saat Takbir, dengan meniadakan yang lain selain Allah. Tak lupa diakhir Shalat, setelah salam kita beristigfar guna memohon ampunan Allah atas segala kelalaian saat shalat,” urai Syaifuddin.

Hadir pada acara tersebut, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pomalaa, Mas’ud, Ketua YAPIRA Abd. Rahman, Kepala Madrasah Aliyah (MA) Nurul Yaqin Dawi-dawi, Mardiah Demmataju, Kepala Madrasah Tsanawiyah (MTs) Nurul Yaqin Dawi-dawi, Abu Umajjah, para guru dan orang tua siswa, sejumlah tokoh dan warga masyarakat, serta seluruh siswa MA dan MTs Nurul Yaqin. (Armin MS)

FAQ
Back to Top Halaman ini diproses dalam waktu : 0.067250 detik
Diakses dari alamat : 10.1.7.68
Jumlah pengunjung: 1628635
Lihat versi mobile
Best Viewed with Mozilla Firefox 1280X768
© Copyright 2013 Pusat Informasi dan Humas Kementerian Agama. All Rights Reserved.