Sabtu, 11 Mei 2013, 02:41 –
JSIT Gelar Sosialisasi Kurikulum 2013

(Humas Kemenag Sultra) —- Dalam rangka menjembatani pro kontra kurikulum 2013 yang diharapkan bisa menjawab persoalan pendidikan, Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) menggelar Seminar Nasional tentang Pendidikan Penerapan Kurikulum 2013, di salah satu hotel di Kendari, Kamis, (9/5/2013), kemarin.

Penyelenggara menghadirkan pemateri yang berkompeten di bidangnya, yakni pihak Kemendikbud pusat, Kemenristek serta Diknas Sultra.

Ketua JSIT Sultra, Hawaera, S.Pd., menyampaikan kegiatan yang dirangkaikan dengan Musyawarah Wilayah I ini, membutuhkan sosialisasi pada para pendidik khususnya. Hal penting yang harus ditekankan adalah penerapan nilai-nilai karakter anak didik dan peningkatan mutu kualitas tenaga edukatif.

JSIT merupakan wadah bagi 300 lebih sekolah Islam yang tersebar di seluruh Indonesia. Lembaga ini menaungi mulai dari jenjang TKIT, SDIT, SMPIT, dan SMAIT. Untuk JSIT wilayah Sultra sudah menaungi 8 Sekolah Islam Terpadu pada jenjang TKIT dan SDIT yang tersebar di beberapa kabupaten/kota.

“Saya harap agar pemerintah siap untuk menerapkan kurikulum 2013. JSIT bisa dijadikan sarana bagi guru-guru untuk memahami kurikulum tersebut, serta memberikan kontribusi kepada pemerintah untuk memaparkannya,” ujar Hawaera.

Ketua panitia kegiatan, Sri Mahligai R, S.Si., mengatakan, seminar diikuti 360 orang, perwakilan dari sekolah-sekolah se-Kota Kendari, orang tua dari sekolah tingkat SD, SMP, SMA, dan 8 sekolah JSIT se-Sultra. “Kurikulum 2013 tidak hanya dijadikan teori dan produk undang-undang, tetapi harus benar-benar diterapkan dalam pembelajaran,” kata Sri.

Pemateri dari Kementerian Riset dan Teknologi, Sukno Muhab, menambahkan, kegiatan ini bisa dijadikan sebagai jawaban kerisauan para guru, sebab, guru-guru belum tuntas melaksanakan kurikulum 2006 tiba-tiba muncul kurikulum 2013.

“Saya khawatir dengan munculnya kurikulum ini, akan memberatkan bagi guru-guru dalam pelaksanaanya. Seminar semacam ini tidak bisa dipisahkan dengan guru-guru, karena sudah bagian dari kebutuhan mencakup hal-hal yang baru,” ungkapnya.

Inti kurikulum 2013 adalah penanaman nilai-nilai karakter kepada anak didik. Nilai-nilai karakter tidak hanya tanggung jawab guru agama dan guru bimbingan konseling, tetapi guru bersama-sama untuk membentuk karakter dalam bingkai pembelajaran semua bidang studi.

“Kurikulum itu alat, tetapi bagaimana menerapkannya dalam kelas yang bisa merubah proses pengajaran serta bagaimana guru mampu menyerap konten aplikasi penerapan kurikulum tersebut,” jelasnya.

Secara terpisah, salah seorang peserta kepala SDIT Al-Farabi Pomalaa, Linda Guswita S, Amd., mengaku apresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, sosialisasi kurikulum 2013 sangat bermanfaat dan yang dinantikan oleh guru selama ini, sebab, pemantapan pemahaman materi bisa didapatkan lewat kegiatan-kegiatan seperti ini.

“Saya berharap kurikulum 2013 harus direalisasikan tidak hanya dalam bentuk konsep. Pemerintah khususnya JSIT harus mengawasi dan memantau langsung kegiatan-kegiatan yang dilakukan JSIT cabang,” pungkasnya.

FAQ
Back to Top Halaman ini diproses dalam waktu : 0.059691 detik
Diakses dari alamat : 10.1.7.64
Jumlah pengunjung: 1770542
Lihat versi mobile
Best Viewed with Mozilla Firefox 1280X768
© Copyright 2013 Pusat Informasi dan Humas Kementerian Agama. All Rights Reserved.