Kamis, 28 Maret 2013, 23:33 –
Tunjangan Profesi Guru 2013 Capai Rp. 593 Miliar

(Humas Kemenag Sultra) —- Alokasi dana tunjangan profesi guru di Sulawesi Tenggara (Sultra) Tahun 2013 mencapai 593 miliar. Jumlah ini meningkat dari tahun sebelumnya, hanya Rp. 452 miliar. Nantinya, dibagikan pada semua kabupaten/kota di Sultra, dengan nominal bervariasi tergantung jumlah penerima tunjangan itu. Ketentuan ini sesuai dengan keputusan Kementerian Keuangan sebagai pihak yang punya wewenang untuk itu.

Meski pengelolaan tunjangan profesi tidak lagi dikelola Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sultra. Namun pengelola sebelumnya, Ahmad, S.Sos, menjelaskan pihaknya tetap mendapatkan informasi tentang jumlah alokasi dana keseluruhan dari 12 kabupaten/kota di Sultra. Sesuai arahan pemerintah pusat tunjangan profesi diberikan kepada guru yang telah memiliki sertifikat pendidik.

“Jumlahnya Satu kali gaji pokok, terhitung mulai 1 Januari 2013. Ketentuan ini sesuai Peraturan Perundang-Undangan berlaku,” kata Ahmad.

Dikatakan, sesuai Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 41/PMK.07/2013 tentang Pedoman Umum dan Alokasi Tunjangan Profesi Guru Pegawai Negeri Sipil Daerah (PNSD) Provinsi, Kabupaten/Kota Tahun Anggaran 2013 disebutkan bahwa jumlah alokasi dana tunjangan profesi Sultra tahun 2013 mencapai Rp. 593 miliar.

Rinciannya, kabupaten Buton sebesar Rp. 70,7 M, Konawe 61,6 M, Kolaka 64,5 M, Muna 107,2 M, Kendari 91,7 M, Baubau 60,2 M, Konsel 49,3 M, Bombana 24,5 M, Wakatobi 29,1 M, Kolut 14,6 M, Konut 9,6 M, dan Butur sebanyak 10,2 M.

“Untuk teknisnya, Dinas Pendidikan kabupaten/kota yang urus. Hanya saja tentu mengikuti rambu-rambu yang telah diatur dalam ketentuan pencairan tunjangan profesi ini,” ungkapnya.

Ketentuan dimaksud bahwa penyaluran tunjangan profesi guru dilakukan melalui pemindahbukuan dari rekening kas umum negara ke rekening kas umum daerah. Selanjutnya disalurkan pada pihak yang berhak tiap triwulan. Jadi dalam satu tahun akan ada empat kali penyaluran tunjangan ini.

“Biasanya tiap tanggal 28 Maret (hari ini,red), dana sudah masuk di rekening kas umum daerah. Nanti tanggal 16 April disalurkan pada penerima atau paling lambat akhir bulan,” terangnya.

Ditambahkan, karena pembayaran memakai sistem triwulan maka masyarakat juga perlu tahu berapa anggaran harus dikeluarkan pemerintah dalam tiga bulan sekali untuk membiayai pembayaran sertifikasi itu. Tentu juga jumlahnya bervariasi tergantung besaran nominal dana diterima masing-masing daerah.

Misalnya, pagu (alokasi) triwulan untuk Buton sebanyak Rp 17,6 M, Konawe 15,4 M, Kolaka 16,1 M, Muna 26,8 M, Kendari 22,9 M, Baubau 15 M, Konsel 12,3 M, Bombana 6,1 , Wakatobi 7,2 M, Kolut 3,6 M, Konut 2,4 M, dan Butur sebanyak 2,5 M.

“Ini penting disampaikan supaya masyarakat tahu tentang nominal tunjangan profesi masing-masing daerah. Selain itu, transparansi pengelolaan anggaran diharapkan bisa mereduksi atau bahkan meniadakan kecurangan pengelolaan anggaran itu. Ini harapan kita semua tentunya,” tandasnya, sambil menyebut jumlah penerima tunjangan profesi ada di kabupaten/kota masing-masing. (KP)

FAQ
Back to Top Halaman ini diproses dalam waktu : 0.052284 detik
Diakses dari alamat : 10.1.7.54
Jumlah pengunjung: 1835430
Lihat versi mobile
Best Viewed with Mozilla Firefox 1280X768
© Copyright 2013 Pusat Informasi dan Humas Kementerian Agama. All Rights Reserved.