Rabu, 6 Maret 2013 –
Nasib 338 Honorer K1

Wakil Bupati Bombana, Ir. Hj. Masyhura Ila Ladamay(Humas Kemenag Sultra)—- Tenaga honorer di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bombana yang diusulkan dalam formasi Kategori Satu (K1) berjumlah 348 orang. Dari jumlah tersebut, 10 diantaranya sudah menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di wilayah itu sejak 30 November 2012 lalu. Sedangkan sisanya 338 orang nasibnya makin enjel alias tidak jelas, karena dalam formasi K1 mereka sudah tidak lulus, sedangkan dalam kategori dua (K2) juga terancam tidak diakomodir.

Permasalahan ini membuat bingung sisa honorer 348. Melalui puluhan perwakilannya, para tenaga honorer itu mendatangi Kontor Bupati Bombana untuk mempertanyakan nasib mereka yang tidak jelas.

“Saya mewakili rekan-rekan sisa honorer 348, meminta kepastian dan kejelasan dari Pemerintah Bombana terkait nasib kami saat ini,” kata Kamaruddin salah satu honorer 348, dihadapan Wakil Bupati Bombana Ir. Hj. Masyhura, Sekda Bombana DR. H Rustam Supendy, Kepala BKD Drs. Ridwan serta beberapa pejabat Pemda saat pertemuan dengan perwakilan honorer di Kantor Bupati Bombana kemarin.

Menurut Kamaruddin, dia bersama rekan-rekannya makin tidak jelas. Bayangkan, nama-nama mereka sudah diusulkan dalam kategori 1. Namun begitu pengumuman keluar, hanya 10 orang yang diakomodir. Yang membingungkan lagi terkait nasib mereka adalah, adanya informasi yang beredar bahwa mereka terancam tidak diakomodir dalam K2.

Sebab sesuai aturan, mereka yang diakomodir dalam honorer K2 adalah honorer digaji dari Non APBD atau APBN. Sementara dia bersama 337 sisa honorer K1 sumber gaji dari APBD dan APBN.

“Ini yang tidak jelas. Bisa jadi kami jadi korban, padahal kami sudah banyak mengeluarkan materi ataupun imateri hanya untuk mendapatkan status CPNS melalui honorer K1,” kesalnya.

Keluhan Kaharuddin di jawab Kepala BKD Bombana, Drs Ridwan. Katanya, dirinya masih terus memperjuangkan sisa honorer K1 yang berjumlah 338 agar diakomodir di pusat. Olehnya itu, Ridwan meminta para honorer untuk bersabar sambil menunggu proses yang saat ini masih berjalan. “Dalam waktu dekat akan ada rapat di internal BKN Pusat. Dari sini nanti baru diketahui nasib honorer 338 ini,” katanya.

Sedangkan Sekda Bombana, Rustam Supendy menuturkan bahwa, honorer K1 Bombana hanya 10 orang yang dinyatakan lolos menjadi CPNS. Jika ada tambahan, Rustam memprediksi yang akan diakomodir hanya 6 orang. Mereka ini adalah, tenagah honorer K1 dari guru bantu, yang pernah dinyatakan memenuhi syarat, namun dicoret BPKP. Sedangkan untuk penambahan diatas 100 orang, Rustam menyangsikan hal itu. Sementara Wakil Bupati Bombana.

Hj. Masyhura menegaskan bahwa akan ada pertemuan lanjutan guna memperjuangkan nasib 338 honorer tersebut. “Ini merupakan tanggung jawab kita bersama. Jadi harus ada tindak lanjutnya, “ ungkapnya. (KP)

FAQ
Back to Top Halaman ini diproses dalam waktu : 0.057224 detik
Diakses dari alamat : 103.7.12.72
Jumlah pengunjung: 1608237
Lihat versi mobile
Best Viewed with Mozilla Firefox 1280X768
© Copyright 2013 Pusat Informasi dan Humas Kementerian Agama. All Rights Reserved.