Minggu, 13 Januari 2013, 11:08 – Pendis & Madrasah
Workshop Peningkatan Kompetensi Pengawas PAI dan MGMP PAI SMK se Sultra

(Humas Kemenag Sultra) —- Workshop Peningkatan Kompetensi Pengawas Pendidikan Agama Islam (PAI) serta Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) PAI Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) se Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), digelar selama Tiga hari, mulai 11 hingga 13 Januari 2013, di hotel Srikandi Kendari.

Acara Pembukaan kedua workshop yang dihelat secara bersamaan tersebut (Jumat, 11/1) sore, dihadiri Kepala Bidang Mapenda Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Sultra, Samsuri, S.Ag., S.Pd., M.Pd, sejumlah pejabat Eselon IV lingkup Kanwil Kemenag Sultra, para Pengawas PAI se Sultra, serta Guru PAI SMK utusan Kabupaten/Kota se Sultra.

Menurut panitia pelaksana, H. Siswanto, S.Pd., M.Pd selaku panitia pelaksana, peserta Workshop Peningkatan Kompetensi Pengawas PAI serta MGMP PAI SMK se Provinisi Sultra, secara keseluruhan berjumlah 100 orang yang terdiri dari 50 orang peserta Pengawas dan 50 peserta workshop MGMP PAI SMK.

“Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi dan kinerja pengawas serta guru Pendidikan Agama Islam (PAI). Dengan menghadirkan narasumber dari pakar pendidikan, pejabat struktural Kanwil Kemenag Sultra serta pengawas dan Guru PAI senior,” jelas Siswanto dalam laporannya.

Sementara itu, Kepala Bidang Mapenda Kanwil Kemenag Sultra, Samsuri, S.Ag.,S.Pd., M.Pd yang mewakili Kepala Kanwil Kemenag Sultra, dalam sambutannya mengharapkan kepada seluruh peserta untuk dapat mengikuti kegiatan secara serius. “Saya mengharapkan, seluruh materi dapat diikuti dan dipahami secara serius, agar nantinya setelah kembali ke tempat masing-masing, para peserta dapat memiliki kemampuan mengenai kompetensi jabatan fungsional guru dan pengawas,” harap Samsuri.

Mantan Kepala Subbag Kepegawaian Kanwil Kemenag Sultra ini juga mengungkapkan mengenai kesiapan para guru dan pengawas untuk menerima kurikulum baru 2013. “Kita harus betul-betul berusaha menggali dan mencari informasi mengenal hal tersebut. Terutama sebagai pengawas dengan melalui berbagai media, baik itu buku, maupun internet karena hal ini merupakan isu yang mengemuka. Karenanya kita sebagai insan pendidikan punya tugas mendapatkan informasi sebanyak mungkin,” ungkapnya.

Sekarang ini, lanjut Samsuri, sudah banyak guru yang bersertifikat. “Olehnya itu, kita memiliki kewajiban untuk melaksanakan tugas sesuai dengan sertifikasi yang telah diberikan,” lanjutnya.

Untuk diketahui, ulas Samsuri, pemberian sertifikasi bagi para tenaga pendidik mempunyai tujuan Peningkatan kualitas dan mutu lulusan pendidik, peningkatan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan, serta peningkatan kesejahteraan guru. “Yang harus digaris bawahi bahwa peningkatan kesejahteran guru berada pada tujuan yang terakhir sehingga tugas yang pertama dan kedua itu lebih dahulu harus dikerjakan setelah itu baru pada tujuan yang ketiga yakni peningkatan kesejahteraan,” ulas Samsuri.

FAQ
Back to Top Halaman ini diproses dalam waktu : 0.068221 detik
Diakses dari alamat : 10.1.7.64
Jumlah pengunjung: 1700597
Lihat versi mobile
Best Viewed with Mozilla Firefox 1280X768
© Copyright 2013 Pusat Informasi dan Humas Kementerian Agama. All Rights Reserved.