Sabtu, 20 Oktober 2012, 11:59 – Pendis & Madrasah, Kankemenag
Guru MTsN Kolaka Wajib Profesional

(Humas Kemenag Sultra) —- Guru yang mengajar di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Kolaka, diwajibkan untuk profesional. Untuk mewujudkan hal itu, dilaksanakan “In House Training” Peningkatan Profesionalisme Guru MTsN Kolaka Tahun 2012, dibuka Kepala MTsN Kolaka, Ahmad Tanaka, S.Ag., S.Pd., M.Pd, Jumat (19/10) di MTsN Kolaka.

Ketua Panitia “In House Training”, Arif Rusman, SPd., M.MPd melaporkan bahwa pengembangan SDM pendidik, khususnya pengembangan profesional guru merupakan usaha mempersiapkan guru agar memiliki wawasan pengetahuan, keterampilan dan memberikan rasa percaya diri untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya sebagai petugas profesional.

Diungkapkannya, UU Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, memberikan kesempatan yang tepat bagi guru meningkatkan profesionalismenya secara berkelanjutan melalui pelatihan, penelitian, penulisan karya ilmiah dan kegiatan profesional lainnya, diantaranya pendidikan “In House Training” atau Musyawarah Guru Mata Pelajaran, mengingat wadah ini dapat dijadikan tempat melakukan pertemuan yang bermanfaat bagi guru mata pelajaran.

Menurut Rusman, “In House Training” yang diikuti 62 guru MTsN Kolaka selama 3 hari dengan pemateri dari Kanwil Kemenag Sultra, Kemenag Kolaka dan Dikmudora Kolaka, bertujuan meningkatkan pemahaman dan sikap guru MTsN Kolaka dalam mengembangkan tugas secara profesional, meningkatkan keterampilan guru dalam merencanakan dan melaksanakan pembelajaran, serta menilai peserta didik.

Sementara itu, Kepala MTsN Kolaka, Ahmad Tanaka menyatakan, saat dirinya mengikuti lomba Kepala Madrasah Berprestasi, salah seorang pembicara yang juga Kepala SD di Amerika Serikat (AS) menyatakan bahwa, salah satu kehebatan dunia pendidikan di AS adalah adanya gelombang kekuatan yang dimiliki guru, berupa keinginan dan upaya yang dimiliki guru melakukan pelatihan yang terus menerus dan berkesinambungan. Kunci kesuksesan adalah pelatihan.

“Guru, tidak bisa tidak, mau atau tidak mau, harus melakukan pelatihan yang bermuara pada profesionalisme, sebab guru bukan sufi tapi guru harus belajar karena perkembangan pengetahuan begitu cepat. Kita tidak bisa sekedar mengandalkan teori yang dipelajari saat kuliah dulu,” katanya.

Mantan Kepala MIN Kolaka ini mengutip pernyataan pakar pendidikan, mengungkapkan, ciri seorang guru yang mau meningkat adalah punya kepenasaran ilmiah. Dia merasa malu jika tidak mengetahui perkembangan terbaru. Adapun orang yang malas belajar senantiasa mendahulukan haknya baru kewajibannya. Karena itu, dia menegaskan supaya guru MTsN Kolaka wajib berkualitas. Jika ada guru hanya masuk memberikan LKS pada muridnya, kemudian sibuk SMSan maka itu ciri tidak berkualitas. Seorang Guru harus harus memiliki 4 kompetensi yakni kemampuan mengenali karakteristik peserta didik, kompetensi kepribadian yang disenangi karena kemampuan mengajar dan dihormati, kompetensi sosial mampu bergaul dengan guru dan masyarakat, serta kompetensi profesional mengetahui substansi sebuah ilmu atau bidang kajian.

Ahmad Tanaka juga menyampaikan rumus guru yaitu 3K + 1 H yaitu, Kewajiban merumuskan proses belajar mengajar, Kewajiban melaksanakan di depan kelas, Kewajiban Mengevaluasi dan Hak meningkatkan profesionalisme. (Armin MS)

FAQ
Back to Top Halaman ini diproses dalam waktu : 0.081230 detik
Diakses dari alamat : 10.1.7.64
Jumlah pengunjung: 1722296
Lihat versi mobile
Best Viewed with Mozilla Firefox 1280X768
© Copyright 2013 Pusat Informasi dan Humas Kementerian Agama. All Rights Reserved.