85 % Jamaah Haji Asia Tenggara Berasal Dari Indonesia

Minggu, 23 September 2012 – Bidang Haji & Umroh, Subbag Informasi dan Humas

Foto

(Humas Kemenag Sultra) —- Muasasah Asia Tenggara, Zuher Abdul Hamid Sedayu menuturkan bahwa, dari sekitar 300.000 Jamaah haji Asia Tenggara yang akan menunaikan ibadah haji pada tahun ini, 85 persen diantaranya berasal dari Indonesia.

Muasasah Asia Tenggara dan seluruh Badan-Badan yang menangani pelayanan jemaaah haji di Arab Saudi telah siap menerima kedatangan Jamaah haji. “Ada sekitar 300.000 Jamaah calon haji yang akan dilayani Muasasah Asia Tenggara yang terbesar berasal dari Indonesia yaitu hampir 85 persen. Tidak ditemukan hambatan yang berarti dalam melayani Jamaah haji Indonesia karena Muasasah Asia Tenggara khususnya sudah sangat memahami keinginan-keinginan Jamaah haji Indonesia, bahkan seluruh Jamaah haji dari seluruh Asia Tenggara dilayani secara baik. Sekali lagi kami katakan, Jamaah haji Indonesia tidak sulit dilayani bahkan Kami sangat gembira melayaninya” papar Zuher Abdul Hamid Sedayu kepada wartawan yang diterjemahkan oleh Konsul Haji RI Di Arab Saudi yang juga sebagai Ketua PPIH Arab Saudi 1433H/2012M, Syairozi Dimyathi, sebelum mengelar upacara penyambutan kedatangan kloter I embarkasi Polonia di Jeddah, Jumat [21/10].

Sekarang ini, lanjutnya, baru permulaan kedatangan Jamaah haji. Setiap tahun pemerintah Kerajaan Arab Saudi selalu berupaya meningkatkan pelayanan dan ada kerjasama yang sangat erat anrtara pemerintah Kerajaan Arab Saudi dengan pemerintah Indonesia. “Jadi, setiap tahun kami akan meningkatkan pelayanan tersebut. Secara umum, seluruh layanan yang diberikan Muasasah maupun oleh pemerintah Kerajaan Arab Saudi sama-sama kita berikan perhatian. Namun demikian, untuk tahun ini lebih men-stressing lagi soal katering serta transportasi. Ada tambahan layanan pada tahun ini yaitu call center haji. Kami membuka call center haji untuk komunikasi secara langsung” ucap Zuher.

Dikatakan, kuota haji untuk setiap negara, sebenarnya setiap tahun bertambah. Tahun ini tidak ada tambahan karena tempatnya tidak memungkinkan. (infohaji.kemenag.go.id/MCH)

    Bagikan    


Berita Terkait



Lihat versi mobile
©2011 Kementerian Agama Republik Indonesia