Minggu, 23 September 2012 – Bidang Haji & Umroh, Subbag Informasi dan Humas

(Humas Kemenag Sultra) —- Jamaah haji Indonesia diminta untuk mewaspadai perubahan cuaca di Saudi Arabia yang relatif masih panas dan menjaga kesehatan dengan sering mengonsumsi air putih.
Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Jeddah Ahmad Abdullah di Jeddah, Kamis, mengatakan cuaca di Saudi Arabia yang cukup panas yakni sekitar 44 derajat Celcius pada sekitar pukul 12.00 dan agak sejuk pada malam hari.
Perbedaan suhu siang dengan malam yang cukup jauh itu membuat kondisi Jamaah jadi rentan. Untuk itu dia menganjurkan Jamaah sering minum air putih dua tiga teguk untuk menghindari terjadinya dehidrasi.
“Jamaah jangan khawatir sering buang air kecil karena dengan dua tiga teguk saja meski sering maka kemungkinan ke kamar kecil akan berkurang,” kata Abdullah yang tahun ini menjadi Kadaker Jeddah untuk kedua kalinya.
Dia juga meminta Jamaah kloter awal untuk istirahat yang cukup di pesawat karena perjalanan cukup jauh, yakni sekitar delapan jam, lalu kemungkinan proses di bandara King Abdul Azis Jeddah sekitar tiga hingga empat jam lalu dilanjutkan dengan perjalanan ke Madinah sekitar lima sampai enam jam.
Abdullah juga mengingatkan mewaspadai dampak dari perbedaan waktu antara Indonesia dan Saudi yang membuat Jamaah harus mengatur waktu istirahat (tidur). Perbedaan waktunya empat jam, atau Saudi lebih lambat empat jam.
Diingatkanya, pekerjaan Daker Jeddah akan berlangsung terus- menerus sejak kedatangan pertama hingga kepulangan.
Daker Jeddah akan melayani 332 kloter dari 482 kloter dari Indonesia dengan anggota Jamaah sekitar 130 ribu orang dan kepulangan sekitar 378 kloter dengan sekitar 150 ribu jiwa.( (infohaji.kemenag.go.id/ant/MCH)