Irjen Buka Workshop Perencana se Sultra

Rio Tufail Ramadhan. SH 11-03-2018 (12:07:38) Berita 69 times
Wakatobi (Inmas Sultra) --- Inspektur Jenderal Kemenag RI, Prof. H.M. Nur Kholis Setiawan didampingi Kalanwil Kemenag Sultra membuka secara resmi Workshop Peningkatan Kompetensi Tenaga Teknis Perencana Lingkup Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tenggara, di Hotel Patuno Resort Wakatobi, Sabtu (10/3) malam.

Turut hadir Sekretaris Daerah Wakatobi, M. Ilyas Abibu, Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Sultra, Joko serta seluruh Kepala Kemenag Kabupaten/Kota se Sultra.

Kakanwil Kemenag Sultra, Dr. Abdul Kadir dalam sambutannya mengatakan bahwa pelaksanaan program Kementerian Agama khususnya di Sulawesi Tenggara sangat ditentukan oleh kualitas perencanaan.

Olehnya itu dengan kehadiran kita di wilayah wisata religi ini secara substantif membahas kepentingan Kemenag dalam menigkatkan kualitas perencanaan.

“Perencanaan yang baik bisa dibackupi dengan ketersediaan sumber daya manusia yang baik dan ketersediaan data dalam membantu perencana mengidentifikasi program prioritas yang dibutuhkan organisasi kita,” ungkap Kakanwil.
Dengan demikian, Kakanwil mengajak kepada jajarannya untuk selalu memperbaiki  ketersediaan data sehingga dengan baiknya perencanaan kualitas layanan kita kepada kostumer pun akan meningkat.

“dan yang tak kalah penting akan berimplikasi pada tingkat pemenuhan kebutuhan publik yang tentunya mengangkat citra Kementerian Agama,” pesan Kakanwil.

Senada dengan Kakanwil, Irjen Kemenag, Nur Kholis Setiawan kualitas perencanaan selain ketersediaan sumber daya manusia dan ketersediaan data yang terupdate, menurut Irjen perencanaan dan kita semua mulai aparatur Kemenag sedang menjalankan tradisi ulama tarekat.

Nur kholis, mengaitkan pelaksanaan tugas dan perencanaan dengan seseorang yang belajar ilmu agama perlu memahami setidaknya tiga hal.

Pertama, sebagai orang yang ditugasi amanah apapun itu, kita harus memahami tugas dan fungsi jangan sampai hanya bergantung pada bawahan atau kolega.

Selanjutnya, setelah memahami tugas secara konferhensif, aparatur Kemenag sedapat mungkin mengetahui mana program prioritas, mana program mandatori dan mana yang rutin termasuk akun belanja dan anggrannya sehingga ketikadibuthkan revisi, kita sudah paham mana yang perlu diubah.

Hal yang tak kalah pentingnya, dikarenakan kita adalah aparatur di instansi vertikal segala bentuk program mempunyai induk di level eselon I pusat yang memiliki juknis, sop dan regulasi sehingga kita tidak punya ruang untuk berijtihad di luar aturan yang ditetapkan.

"Kalau semua dijalankan dengan baik, manfaatnya tugas apapun yang diemban kita akan menjalani tugas dengan baik dan bekerja dengan sehat," ungkap Irjen.

 

Berita lainnya