Tebarkan Kedamaian dalam Pilkada Sultra

Rahmad. S.Pd., M.Pd 13-01-2018 (07:47:47) Berita 117 times

 
Kendari, (Inmas Sultra) --- Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) Dr. Abdul Kadir, M. Pd. menghimbau kepada semua elemen jangan menggunakan isu sara dan ujaran kebencian dalam menghadapi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) terutama dalam pemilihan Gubernur.
 
"Yang sering menggunaan isu sara dengan ujaran kebencian itu adalah orang-orang elit politik tertentu yang sengaja memanfaatkan ujaran kebencian untuk mengambil sisi manfaat, dan orang yang khawatir dalam memenangkan pertarungan maupun bisa mengambil sisi keuntungan," kata Abdul Kadir, di Kanwil Kemenag Sultra, Jumat, 12 Januari 2018.
 
"Saya tidak juga mengklaim bahwa isu sara itu sengaja untuk dikemas agar ramai dan mendapat perhatian. Tapi bisa saja isu sara yang nadanya dengan mengandung ujaran kebencian," tambahnya.
 
Menurut dia, bagi yang menggunakan isu sara dengan ujaran kebencian itu dalam menghadapi pilkada, para elit-elit yang berkompetensi tidak siap pada saat hajatan-hajatan besar itu dalam mengikuti proses demokrasi. Sehingga menggunakan isu sara dalam hal ini Suku, Agama, Ras dan antargolongan.
 
"Akan tetapi, kalau kita sudah memiliki kematangan politik dan kematangan dalam berdemokrasi. Kita tidak akan pernah lagi menghabiskan energi untuk memikirkan isu sara dengan kebencian tersebut," terang Abdul Kadir.
 
Dengan konteks ini, dirinya menganjurkan kepada seluruh umat beragama dapat meyakinkan bahwa memilih pemimpin yang baik itu adalah pemimpin yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Karena yang bagus agamanya itu cenderung amanah, yang bagus amanahnya itu cenderung jujur, orang yang jujur itu cenderung adil. Dan kalau orang yang adil pasti agamanya bagus-bagus.
 
Ini akan lebih berpeluang didalam pelaksanaan kepemimpinannya untuk tidak mengkhianati amanah rakyat. Akan tetapi, yang perlu diragukan itu apabila seorang pemimpin itu tidak beragama bisa menjual daerah dan negerinya.
 
"Kita harus memiliki orang yang memiliki kualitas diri, kepribadian yang baik, memiliki kematangan kompetensi, dan memiliki keleluasaan ilmu, karakter seperti ini dapat melaksanakan dan menjalankan amanah seadil-adilnya," jelasnya.
 
Dirinya menghimbau, dalam menghadapi pilkada di seluruh wilayah Sultra, marilah tebarkan kedamaian, jadikan materi-materi kampanye pada semua tingkatan pilkada sebagai taruhan gagasan. dan terapkan pendekatan persuasif, edukatif yang berbasis pada kultur untuk saling menyayangi dan menghargai antar sesama.
 
"Saya menghimbau kepada para calon dan tim-tim jangan memperlebar jarak dan membuat suasana tidak kondusif dengan berbagai macam isu dan pendekatan yang memancing suasana itu lebih tidak nyaman. Perlihatkanlah rasa persaudaraan kita dengan baik antarumat beragama," tutupnya. (rhd)
 

Berita lainnya