Rapim Sepakati Program Unggulan Prioritas Kemenag 2018

Rahmad. S.Pd., M.Pd 14-01-2018 (07:10:29) Berita 237 times
Foto Sekjen Kemenag RI saat Menyampaikan Program Unggulan tahun 2018  dalam Rapim Terbatas Kemenag RI di Lembang Jawa Barat Sabtu (13/1)


Lembang (Inmas Sultra) --- Rapat Pimpinan (Rapim) Terbatas Kementerian Agama di Lembang, Jawa Barat berakhir Sabtu (13/01). Sejumlah keputusan penting dihasilkan pada rapat yang diikuti para pejabat eselon I dan II Kementerian Agama ini. 

Sekjen Kemenag Nur Syam saat memimpin sidang menyebutkan beberapa program prioritas Kemenag di tahun 2018. Beberapa program tersebut antara lain: Menyapa Penyuluh Agama, Ngobrol Bareng Pendidikan Islam (Ngopi) Mengaji (Mengasah Jati Diri) Indonesia, serta bimbingan perkawinan dan pendidikan pranikah.

Program prioritas lainnya adalah Halal Indonesia, Bina Kawasan dan Guru Kunjung, Riset Persepsi, serta silaturahmi lembaga keagamaan yang disingkat SALAM.

"Program unggulan dimaksud disusun berdasarkan kebutuhan dan sasaran strategis di mana peran Kemenag semakin dibutuhkan masyarakat Indonesia, terlebih tahun 2018 memasuki tahun politik," ungkap Nur Syam, Sabtu (13/01).

Mantan Rektor IAIN Sunan Ampel Surabaya ini menyebutkan, agama bagi masyarakat Indonesia adalah faktor determinan. Karena itu, lanjutnya, Kemenag bertanggung jawab dalam hal peningkatan kualitas kehidupan keagamaan, pendidikan keagamaan, kerukunan umat beragama, dan penyelenggaraan haji, serta pelaksanaan halal bagi umat dan bangsa Indonesia.

Nur Syam berharap program unggulan yang telah diputuskan dalam Rapim ini segera ditindaklanjuti oleh Unit Eselon I dan II. Direktur Jenderal di masing-masing unit akan membedah RKAKL dan meng-insert program strategis itu menjadi lebih operasional.

Nur Syam mengaku Rapim tahun ini berbeda dengan sebelumnya. Rapat-rapat dikemas dalam suasana kebersamaan dan penuh keakraban. Bahkan, kebersamaan itu sudah didesain sejak keberangkatan ke Bandung dalam satu gerbong kereta. Kebutuhan pelaksanaan rapat juga disiapkan secara bersama.

"Rapim dalam suasana cair dan penuh keakraban ini perlu dijadikan tradisi baru di kalangan pejabat Kemenag. Meski diselingi dengan guyonan dan suasana santai, hasilnya terbukti efektif dan produktif," pungkasnya. (rhd)
 

Berita lainnya