Potret Madrasah Adiwiyata Nasional yang Menerapkan Pola Kepemimpinan K3P2

Rio Tufail Ramadhan. SH 14-03-2018 (10:29:43) Berita 61 times

Kendari (Inmas Sultra) --- Salah satu capaian tertinggi di bidang lingkungan hidup pada sekolah dan madrasah di Indonesia adalah penghargaan Adiwiyata sekolah tingkat nasional yang merupakan bentuk prestasi yang diberikan kepada sekolah dan madrasah yang mampu menerapkan tata kelola sekolah yang baik  terutama dalam hal perlindungan lingkungan hidup.

MTsN 2 Konawe merupakan satu contoh madrasah yang menerapkan tata kelola sekolah yang baik dan telah menerima penghargaan sekolah adiwiyata tingkat nasional tahun 2017 lalu.

Kasubbag Informasi dan Humas Kanwil Kemenag Sultra, Rahmad pada kegiatan Bimtek Pengembangan Madrasah Sehat (12/3) mengatakan madrasah yang pernah dipimpinnya ini dapat menghasilkan berbagai prestasi berkat komitmen seluruh warga madrasah dalam menerapkan pengembangan program keunggulan lokal melalui penerapan pola kepemimpinan Keterbukaan, Kedesiplinan, Kekeluargaan, Publikasi dan Pembiasaan (K3P2).

Program keunggulan lokal yang dimaksud adalah program pengembangan lingkungan madrasah dan peningkatan profesionalisme tenaga pendidik (Guru) sebagai upaya mendongkrak popularitas kelembagaan.

“Untuk mendukung program keunggulan lokal tersebut, perlu ditunjang dengan pola manajemen kepemimpinan kepala madrasah yang menitik beratkan pada pola kepemimpinan K3P2,”ungkapnya.

Program keunggulan lokal yang ditunjang pola manajemen K3P2 menurutnya sangat dibutuhkan kepala madrasah sebagai solusi pemecahan masalah peningkatan prestasi kelembagaan yang menitik beratkan pada pengembangan lingkungan dan peningkatan profesionalisme tenaga pendidik.

“Dengan penerapan pola manajemen K3P2 salah satu hasil yang dapat kita capai adalah adiwiyata nasional tahun 2017 menuju madrasah sehat 2018 dan berimplikasi pada meningkatnya prestasi siswa serta tak kalah penting mengangkat citra baik lembaga,”ungkapnya di hadapan para kepala madrasah se Sultra.

Di bidang profesionalisme tenaga pendidik, lanjutnya hasil yang dapat diperoleh dari penerapan pola manajemen ini prestasi guru meningkat, cara mengajar lebih baik dan kesempatan guru mendapatkan sertikasi lebih terbuka lebar.

Rahmad menjelaskan, Sarana dan prasarana yang masih terbatas dan minimnya anggaran pengembangan madrasah tidak menjadikan hambatan untuk melakukan inovasi, dengan kepemimpinan inilah segala bentuk keterbatasan yang dimiliki sekolah dapat memotivasi kita semua agar dapat memanfaatkan sumber daya yang ada dengan dukungan instansi terkait serta semangat dan kultur budaya setempat sehingga kita dapat memberikan hasil yang terbaik bagi lingkungan, lembaga dan anak didik kita sebagai aset besar penerus bangsa.
 

Berita lainnya