Plt Gubernur Sultra Saleh Lasata Pimpin Meriahnya Upacara HAB Ke-72

Rahmad. S.Pd., M.Pd 04-01-2018 (07:23:46) Berita 53 times
Foto Plt Gubernur Sultra Saleh Lasata Pimpin Meriahnya Upacara HAB Ke-72 di Halaman Kantor Wilayah Kemenag Sultra Rabu 3 Januari 2018 bersama  Forum Komunikasi Pimpinan Daeran Sultra

Kendari (Inmas Sultra)– Kantor Wilayah (Kanwil) Kementrian Agama (Kemenag) Sulawesi Tenggara (Sultra) memperingati Hari Amal Bakti (HAB) Kemenag ke-72 di Kanwil Kemenag Sultra, Rabu 3 Januari 2017. Hari Amal Bakti ke-72 Kemenag tahun 2018 ini kali ini mengusung tema “Tebarkan Kedamaian”.
 
Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Sultra Saleh Lasata pada kesempatan upacara Hab ke 72 mendapat kehormatan membacakan pidato Menteri Agama (Menag) dalam sambutannya mengatakan, pada hakikatnya agama berfungsi menyemai kebaikan dan menebar kedamaian. Kedamaian merupakan pesan universal semua agama kepada umat manusia, kedamaian akan membawa kebahagiaan, kedamaian adalah jalan menuju kesejahteraan dan kemajuan, kedamaian merupakan pintu maslahat bersama. Dan hanya dengan hati yang damai, sanubari bisa merasakan kasih sayang Tuhan yang hakiki.
 
Kedamaian ini makin terasa penting untuk digaungkan agar tidak terjerembab dalam kubangan perseteruan dan jebakan permainan atas nama agama. Kalaulah belum sanggup mengatasi pertentangan dengan seruan damai, setidaknya marilah mendamaikan diri sendiri dari nafsu angkara murka, syak wasangka, tingkah yang pandir, sifat-sifat batil, ataupun tangan yang jahil.
 
“Saya mengajak seluruh ASN Kemenag dan semua komponen umat beragama di tanah air agar bersama-sama menjadi Duta Penebar Kedamaian. Marilah kita buktikan bahwa agama sesungguhnya membawa angin kesejukan yang menenteramkan dalam damai akan tercipta negeri yang tenteram dan damai,” kata Saleh Lasata dalam sambutannya.
 
“Saya berpesan kepada seluruh jajaran Kemenag, marilah memaknai bekerja sebagai ibadah, bekerja melayani masyarakat adalah sebuah kehormatan. Mari menjalankan pengabdian dengan sikap amanah dan keikhlasan, dan jangan sekali-kali mempermainkan jabatan,” pesannya.
 
Lebih lanjut Saleh Lasata, memaparkan, Kemenag hadir untuk mengatur, membimbing, melayani serta melindungi semua pemeluk agama di dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Dan bertugas sebagai pengawal dasar negara dalam Pancasila yang di dalamnya mengandung nilai-nilai agama dan mencerminkan jati diri bangsa Indonesia.
 
Dimana Sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa sebagai jantung kebangsaan, tempat bertemunya semangat beragama dan cinta tanah air. Sila kedua, Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab, berintikan ajaran universal semua agama dalam menghargai jiwa, kehormatan, dan kehidupan setiap manusia. Sila ketiga, Persatuan Indonesia, ikatan bangsa yang merajut keberagaman dan keberagamaan masyarakat Indonesia. Sila keempat, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawatan dan Perwakilan, mewujud pada sistem demokrasi yang khas Indonesia. Sila kelima, yaitu Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia, dalam kebijakan menggerakkan segenap sumberdaya demi perbaikan nasib dan peningkatan kesejahteraan masyarakat secara merata.
 
“Melihat amat pentingnya tugas itu, maka pada setiap diri aparatur Kemenag melekat beberapa misi yang saling terkait untuk mengayomi bangsa dengan bimbingan kehidupan beragama yang berkualitas, melebarkan akses pendidikan agama dan keagamaan yang bermutu, memberikan pelayanan keagamaan sesuai kebutuhan, serta menjaga kerukunan hidup antar umat beragama,” terangnya.
 
Pada masa kekinian, tugas itu semakin berat dengan banyak tantangan dihadapi pada zaman yang cepat berubah dengan berada dalam lingkup masyarakat lebih luas yang meliputi warga global hingga generasi digital, dan tuntutan publik semakin tinggi, terbuka, dan spontan. Diperlukan sikap yang tepat dan cerdas dalam merespons tuntutan masyarakat terhadap Kemenag.
 
“Semua bekerja untuk melayani rakyat dengan menggunakan sarana dan anggaran yang merupakan hak rakyat. Oleh karena itu, fokus perhatian kita jangan hanya sekedar menyerap anggaran secara maksimal setiap tahun, dan penyerapan anggaran harus diselaraskan dengan kepentingan dan kebutuhan masyarakat sehingga manfaatnya terasa optimal,” tutupnya. (rhd)

Berita lainnya