Meningkatkan Kecepatan Efektif Membaca (KEM) dengan Menggunakan Metode Klos Siswa Kelas VIII Tekun MTs Negeri 2 Konawe

Rahmad. S.Pd., M.Pd 19-04-2018 (07:45:19) Opini 64 times
Kendari (Inmas Sultra) --- Kecepatan efektif membaca mempunyai peranan yang sangat penting, karena dengan membaca cepat dan kemampuan memahami bacaan yang berkualitas seseorang bisa menguasai ilmu pengetahuan dan Kebiasaan membaca bahasa Indonesia yang kurang baik berdampak negatif pada tingkat keterbacaan seseorang atau seorang siswa. Untuk mengatasi hal tersebut sangat dibutuhkan usaha dan kreatifitas guru. Penerapan metode Klos dalam pembelajaran membaca merupakan salah satu upaya memecahkan masalah tersebut. Tujuan penelitian tindakan kelas ini yaitu untuk meningkatkan Kecepatan Efektif Membaca (KEM) dengan menggunakan metode klos siswa kelas VIII Tekun MTs Negeri 2 Konawe. 

Penelitian tindakan kelas ini mengambil setting di MTs Negeri 2 Konawe kelas VIII Tekun, dengan jumlah siswa 40 siswa. Pelaksanaan kegiatan dilaksanakan melalui tiga siklus. Sebelum siklus I dilaksanakan perlu adanya pra tindakan yaitu identifikasi tentang metode klos dan Kecepatan Efektif Membaca (KEM), kemudian dilaksanakan siklus I sebagai penerapan metode klos, siklus II sebagai implementasi pelaksanaan metode klos, dan siklus III sebagai tahap pemantapan. Teknik analisis data menggunakan analisis kualitatif yaitu digunakan terhadap data kualitatif yang diperoleh dari hasil pengamatan siswa dan guru selama berlangsungnya pembelajaran di kelas, dan analisis kuantitatif yang digunakan terhadap hasil tes Kecepatan Efektif Membaca (KEM) siswa dengan menggunakan metode klos.

Hasil penelitian pada siklus I tingkat keterbacaannya masih rendah, karena kecepatan efektif membaca rata-rata 87 kpm dengan tingkat Independen 18 %, tingkat Instruktional 38 % dan pada frustasi 44 %. Pada siklus II hasil penelitian mengalami perubahan positif yaitu kecepatan efektif membaca rata-rata 150 kpm dengan tingkat Independen 78 %, tingkat Instruksional 18 %, dan tingkat frustasi 4 %. Hasil penelitian pada siklus III mengalami pemantapan yaitu rata-rata Kecepatan Efektif Membaca (KEM) 210 kpm dengan tingkat independen 100 %. Hasil analisis data menunjukkan bahwa aktivitas pembelajaran membaca cepat dengan menggunakan metode klos dapat meningkatkan Kecepatan Efektif Membaca (KEM) siswa.

Pada proses pembelajaran guru harus pandai-pandai memilih model pembelajaran. Pembelajaran bahasa Indonesia harus bisa menerapkan keterampilan berbahasa. Ada 4 aspek keterampilan berbahasa yaitu menyimak, berbicara, dan menulis baik itu tentang kebahasaan  maupun kesastraan.

Membaca merupakan bagian penting dari 4 aspek keterampilan berbahasa. Membaca banyak ragamnya termasuk membaca cepat. Tidak sedikit siswa Kecepatan Efektif Membaca (KEM) nya di bawah 140 kpm, namun dengan menggunakan metode klos untuk meningkatkan KEM siswa pada penelitian tindakan kelas (PTK) ini pada siklus ke III ternyata semua siswa KEM-nya 140 kpm ke atas. Menurut Kamidjan (1996:68) metode klos dapat dipakai untuk mengukur tingkat keterbacaan sebuah wacana yaitu (a) dapat dipakai untuk menguji tingkat kesukaran dan tingkat kemudahan suatu wacana, (b) dapat mengklasifikasikan pembaca menjadi 3 kelompok, yaitu : independen (tingkat bebas), instruksional (tingkat pembelajaran), dan frustasi (gagal), (c) serta untuk mengetahui kelayakan wacana sesuai dengan kemampuan siswa (Kamidjan,1996: 68).

Sejalan dengan itu beliau juga mengatakan metode klos juga dapat dipakai untuk melatih keterampilan dan kemampuan membaca. Yang diperhatikan dalam melatih keterampilan dan kemampuan baca ialah: (a) dalam menggunakan isyarat sintaksis, (b) dalam menggunakan isyarat semantik, (c) dalam menggunakan isyarat skematis, (d) dalam menggunakan jumlah kosakata, (e) dalam melatih daya nalar pembaca, serta (f) dalam melatih pemahaman bacaan (Kamidjan,1996: 69).

Kegiatan awal pembelajaran pada pra tindakan terlihat semua siswa tertarik penjelasan guru tentang metode klos dan penjelasan KEM (Kecepatan Efektif Membaca) seseorang, bahkan pada saat berdiskusi tentang metode tersebut siswa sangat antusias bertanya dan memberikan komentar maupun pendapat. Hal ini sangat relevan apabila metode klos digunakan untuk meningkatkan KEM, karena siswa ada kepedulian. Itu berarti pembelajaran yang bermakna dan menyenangkan telah terbentuk, dan sangat baik untuk memulai tindakan baik siklus I maupun siklus-siklus berikutnya.

Pelaksanaan refleksi dengan jalan diksusi kelompok maupun diskusi kelas telah teruji bahwa kendala-kendala KEM harus segera diatasi agar KEM siswa meningkat. Menurut Harjasujana (2000: 90) Kendala-kendala KEM meliputi: lemahnya pengetahuan bahasa, kurangnya kemampuan kognitif, dan pengalaman membaca yang memprihatinkan. Masalah pengetahuan bahasa jalan keluarnya siswa diharapkan sering membaca kamus bahasa Indonesia, dan untuk kemampuan kognitif, siswa diharapkaan meningkatkan daya nalar dan kepekaan untuk mempermudah memahami isi/pesan yang terkandung dan yang terakhir yaitu pada kendala pengalaman membaca diharapkan siswa sering membaca karena seseorang yang sering membaca KEM-nya jauh berbeda dengan orang yang jarang membaca. Itu berarti bahwa untuk mencapai tujuan perlu melihat sebab, kalau sudah tahu sebab, baru melangkah mencari jalan keluar.

Kemampuan kecepatan membaca siswa rendah karena teknik pembelajaran membaca yang selama ini tidak diarahkan untuk melatih keterampilan membaca, dan model pembelajarannya selalu mengacu pada buku yang ada, sehingga para siswa beranggapan pembelajaran membaca tujuannya semata-mata menjawab pertanyaan, mencari kata/istilah yang sulit dan lain-lain. Hal ini dihadapi siswa dengan proses yang amat lamban.

Metode klos dapat dipakai untuk mengukur tingkat keterbacaan sebuah wacana yaitu dapat dipakai untuk menguji tingkat kesukaran dan tingkat kemudahan suatu wacana, serta dapat mengklasifikasi pembaca menjadi 3 kelompok yaitu: independen (tingkat bebas), instruksional (tingkat pembelajaran), dan frustasi (gagal). Di samping itu metode klos juga bisa digunakan untuk mengetahui kelayakan wacana sesuai dengan kemampuan siswa, dan dapat pula dipakai untuk melatih keterampilan dan kemampuan baca.

Hasil analisis data menunjukkan bahwa aktivitas pembelajaran membaca cepat dengan menggunakan metode klos dapat meningkatkan Kecepatan Efektif Membaca (KEM) siswa.

Kecepatan Efektif Membaca (KEM) merupakan perpaduan antara kecepatan membaca dengan kemampuan memahami bacaan. 
Hasil penelitian pada siklus I tingkat keterbacaannya masih rendah, karena kecepatan efektif membaca rata-rata 87 kpm dengan tingkat Independen 18%, tingkat Instruktional 38% dan pada frustasi 44%. Pada siklus II hasil penelitian mengalami perubahan positif yaitu kecepatan efektif membaca rata-rata 150 kpm dengan tingkat Independen 78%, tingkat Instruksional 18%, dan tingkat frustasi 4%. Hasil penelitian pada siklus III mengalami pemantapan yaitu rata-rata Kecepatan Efektif Membaca (KEM) 210 kpm dengan tingkat independen 100%. Hasil analisis data menunjukkan bahwa aktivitas pembelajaran membaca cepat dengan menggunakan metode klos dapat meningkatkan Kecepatan Efektif Membaca (KEM) siswa. 

Terampil membaca sebaiknya dilatih dan diajarkan mulai tingkat dasar, karena kemampuan membaca mempunyai pengaruh terhadap mata pelajaran lain. Melatih membaca tepat, benar dan cepat menjadi tanggung jawab semua guru dan bukan tanggung jawab guru bahasa Indonesia saja. Kepada pihak sekolah agar lebih memberikan fasilitas kepada guru-guru untuk lebih berkreasi mengembangkan pembelajaran dengan menyediakan fasilitas pendukung. Kepada peneliti selanjutnya agar hasil penelitian ini dapat mendorong untuk mengadakan penelitian lebih lanjut yang belum menjadi focus kajian dalam penelitian ini, khususnya yang akan melakukan penelitian eksperimen, sehingga menghasilkan generalisasi.

DAFTAR PUSTAKA

Depdikbud. 1999. Penelitian Tindakan. Jakarta : Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah, Direktorat Menengah Umum.
Eriyanto. 2003. Analisis Wacana. Yogyakarta : LKIS
Harjosujono, Akhmad Slamet. 1996. Membaca 2. Jakarta : Depdikbud Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah, Direktorat Menengah
          Umum. Bagian Proyek Penataran Baru SLTP Setara D.III
Kasmidjan. 1996. Teori Membaca. Surabaya : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni.
Poerwodarminto, WJS. 1994. Bahasa Indonesia untuk Karang Mengarang. Yogya : UP. Indonesia
Soedarso. 2000. Speed Reading Sistem Membaca Cepat dan Efektif. Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama.
Subyakto, Sri Utari.1988, Metodologi Pembelajaran Bahasa. Jakarta : Depdikbud Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Proyek Pengembangan
          Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan
Suranto, Basowi, Sukidin. 2002. Manajemen Penelitian Tindakan Kelas. Insan Cendekia
Tim Pelatih Proyek PGSM, 1999. Penelitian Tindakan Kelas (PTK), Jakarta: Depdikbud Direktorat Pendidikan Tinggi, Pengembangan Guru Sekolah
          Menengah