Kepala Kemenag Muna Buka Sosialisasi Juknis Bantuan Akreditasi dan Pendampingan Sispena RA/Madrasah Tiga Kabupaten

Wa Ode Asnani, S.Ip 09-07-2018 (17:12:23) Berita 29 times
Raha, (Inmas Sultra)--- Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kab. Muna Drs Muhammad Basri MPd, secara resmi membuka Sosialisasi Petunjuk Teknis (Juknis) Bantuan Akreditasi dan Pendampingan Sistem Penilaian Akreditasi (Sispena) RA/Madrasah Tingkat Kabupaten Muna, Muna Barat (Mubar) dan Buton Utara ( Butur ), di Aula MAN 1 Muna, Senin (9/7).

Saat membuka kegiatan tersebut, Muhammad Basri didampingi Kasi Kelembagaan Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Prov. Sultra Kariono SPd, MPd dan Kasi Pend. Mad. Kemenag Muna La Ode Irhan Wuga SAg.

Irhan Wuga selaku ketua penyelenggara dalam laporannya mengatakan, jika maksud kegiatan ini untuk memberikan pemahaman dari sudut pandang teori maupun praktek baik itu dalam bentuk juknis maupun pengisian sispena akreditasi Madrasah.

"Selain itu, untuk menyemangati dan memberikan nilai tambah terhadap keberadaan Madrasah di zona 4 yaitu Kabupaten/Kota," tambaahnya.

Irhan Wuga menjelaskan, jika sosialisasi ini dalam rangka mensejajarkan madrasah yang belum akreditasi dengan madrasah lain yang sudah terakreditasi secara kelembagaan, sehingga dapat memberi kemudahan dalam pengakreditasian madrasah. Selain itu, untuk memberi citra baru madrasah khususnya yang belum terakreditasi.

Selanjutnya Irhan Wuga melaporkan keaadan peserta terdiri dari Zona 4 total 107 peserta yang merupakan Kepala Madrasah dan operator, dengan rincian Kabupaten Muna 70 orang, Kabupaten Muna Barat 33 orang, serta Kabupaten Buton Utara 4 orang.

Kepala Kemenag Muna Muhammad Basri dalam sambutannya, menyambut baik kegiatan tersebut, dan berharap agar sosialisai berjalan dengan lancar dan apa yang diharapkan dapat diraih.

"Madrasah perlu akreditasi agar mendapat kepercayaan dari masyarakat, sehingga masyarakat bisa menerima sekolah yang bersangkutan. Akreditasi merupakan legalitas sekolah untuk bisa beroperasi. Sasarannya Permendikbud no.13 tentang BAN SM dan BAN PAUDNI dan PNF," paparnya.

Adapun sasaran Permendikbud dimaksud ada 3, yakni pertama madrasah atau sekolah yang sama sekali belum terakreditasi. Kedua, madrasah atau sekolah yang sudah terakreditasi tetapi berstatus tidak terakreditasi dan yang ketiga adalah madrasah atau sekolah yang akreditasinya sudah kadaluwarsa.

"Oleh sebab itu kita patut bersyukur karena hari ini kita kedatangan pendamping untuk mengisi Sispena dari Bidang Pend. Mad. Kanwil Kemenag Prov. Sultra. Bagi Kepala Madrasah, walaupun sudah lengkap semua dokumen yang akan diperiksa oleh aksesor, tetapi kalau tidak mengisi sispena maka tidak akan di akreditasi karena pintu masuk untuk akreditasi adalah sispena," ujar Muhammad Basri.

Terakhir Muhammad Basri mengharapkan kepada peserta khususnya operator, agar memperhatikan dengan baik tata cara pengisian Sispena, karena sifatnya berbasis website dan dilakukan secara online.

Turut hadir pada pembukaan sosialisasi ini Kasi Pend. Mad. 3 Kabupaten yaitu Muna, Mubar dan Butur, serta Para Kepala Madrasah/ Kepala RA se Kab. Muna, Mubar dan Butur. (lyd)

Berita lainnya