Kemenag Sultra Serukan Kerukunan Jelang Natal dan Tahun Baru

Rio Tufail Ramadhan. SH 19-12-2017 (11:56:25) Berita 276 times
Kendari (Inmas Sultra) --- Kepala Kantor Kementerian Agama Prov. Sultra, Dr. Abdul Kadir menghadiri sekaligus bertindak sebagai narasumber pada kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral Dalam Rangka Natal 2017 dan Tahun Baru 2018. Senin (18/12).

Pada kesempatan tersebut, Kakanwil memaparkan hasil rapat koordinasi dengan pembimbing masyarakat Kristen dan katolik terkait tempat peribadatan natal serta jumlah umat yang akan mengikuti rangkaian ibadah natal selama desember 2017 sampai awal januari 2018.

Kepada seluruh aparat pengamanan, Abdul Kadir menyampaikan bahwa perayaan natal dan tahun baru akan dapat berjalan dengan tenang jika masyarakat yang didukung pemerintah dan TNI Polri dapat bersinergi menjaga kerukunan menyerukan pesan damai dan penghormatan kepada saudara kita yang beragama Kristen dan Katolik yang merayakan hari besar Natal.

Rakor sectoral yang digagas Polda Sultra jelang perayaan Natal dan Tahun Baru di Aula Dachara Polda , fokus membahas kesiapan, TNI, Polri dan Pemerintah Daerah menghadapi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) jelang Natal dan Tahun Baru.

Kegiatan ini dibuka oleh Plt. Gubernur Sultra Saleh Lasata, dan dihadiri Forkompinda, Danlanud HLO, Danrem 143 HLO,Basarnas Kendari, Dinas Perdagangan, BPOM Kendari, Bulog, Kepala BNNP Sultra, Dinas Perhubungan.

Di lain pihak, Kapolda Sultra Brigjen Pol Andap Budhi Revianto menekankan agar seluruh elemen yang ikut serta dalam pengamanan Natal dan Tahun Baru untuk mewaspadai segala bentuk kegiatan yang dapat mengancam keamana jelang natal dan tahun baru dengan pengamanan disejumlah tempat vital, tempat peribadatan dan wisata termasuk peredaran gelap narkoba.

Selain itu, Andap secara khusus meminta kepada perwakilan Balai POM Kendari untuk rutin memeriksa barang dagangan di pasar-pasar. Hal ini dianggap bisa meminimalisir beredarnya barang kedaluwarsa.

“Jangan hanya pas gelar apel pasukan saja personelnya banyak, nanti pada saat operasi lilin malahan tidak ada di lapangan,” jelas Andap.
 

Berita lainnya