Kakanwil Respon Positif Peluncuran Aplikasi Kepegawaian dan Buku Pohon Perencanaan

Rio Tufail Ramadhan. SH 29-12-2017 (16:40:40) Berita 400 times

Foto Bersama Menag RI Lukman Hakim Saifuddin dengan Kakanwil Kemenag Prov. Sultra Abdul Kadir  Usai Peluncuran Aplikasi Kepegawaian dan Buku Pohon Perencanaan 

Jakarta (Inmas Sultra) --- Kementerian Agama meluncurkan Aplikasi Kepegawaian dan Buku Pohon Perencanaan. Aplikasi dan buku ini dirilis Menag Lukman Hakim Saifuddin bersama Ketua Komisi VIII DPR RI Ali Taher dan Sekjen Kemenag Nur Syam di Jakarta.

Aplikasi Kepegawaian ini terdiri dari tujuh program, yakni: Sistem Informasi Elektronik Kinerja ASN Kementerian Agama (SIEKA), Sistem Aplikasi Izin dan Tugas Belajar Kemenag, Sistem Preferensi ASN Kemenag, Sistem Aplikasi Database Assesment Kemenag, Sistem Kenaikan Gaji Berkala Kemenag, Sistem Aplikasi Kenaikan Pangkat ASN Kemenag dan E-Planning (e-planning.kemenag.go.id).

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin berharap aplikasi yang diluncurkan ini dapat meningkatkan kinerja ASN Kemenag. “Apresiasi untuk Aplikasi ini yang telah mampu merealisasikan cita-cita kita bersama agar ke depan kinerja kita semakin meningkat, kualitas dan kebermanfaatannya juga,” terang Menag di Jakarta, Jumat (29/12).

Menurut Menag, aplikasi menjadi salah satu bentuk tanggung jawab Kemenag dalam menjaga, merawat dan memelihara kinerja yang selama ini dianggap baik.

“Slogan 5 Nilai Budaya Kerja, sebagian telah kita lakukan. Namun ini tidak cukup, memerlukan hal lain; sebuah sistem yang dibangun agar kita semua berjalan on the track dan sesuai ketentuan, regulasi dan aturan yang berlaku,” tuturnya. 

“Sistem ini dibuat untuk memandu kita. Tidak ada pilihan lain, Aplikasi berbasis elektronik seperti ini harus kita kembangkan agar pelayanan terhadap masyarakat lebih cepat, tepat, efektif dan efisien,” sambungnya. 

Ketua Komisi VIII DPR RI Ali Taher yang hadir dalam Peluncuran Aplikasi mengatakan, Kemenag selama ini telah berhasil menjalankan tupoksinya dengan baik. “InsyaAllah Kemenag khusnul khotimah. Tidak ada masalah. Sebagaimana tampilan Pak Menag yang 3 C; cool, calm, and confident,” terang Ali

Ali merasa bangga dan bahagia menjadi bagian dari pendorong laju peningkatan pelayanan dalam tubuh Kemenag. Bahkan Ali menyatakan, berapa pun anggaran yang diminta Kemenag, akan diberi. Meski demikian, Ali mengingatkan, walau telah ada Aplikasi, sosok manusia tetap menjadi sentral.

“Aplikasi hanya alat, esensinya tetap ruh manusia. Mari bekerja dengan hati. Allah melihat Apa yang kita kerjakan. Mari berlomba meningkatkan diri dan berbuat baik, baik untuk jangka pendek, menengah maupun panjang,” ajak Ali Taher.

Sebelumnya, Sekjen Kemenag Nur Syam mengatakan, negara yang hebat adalah negara yang cepat dalam merespon terhadap pelayanan masyarakat. Dan Aplikasi ini diciptakan dalam rangka mempercepat respon tersebut.

Sekjen mengatakan, minimal ada 3 tujuan Aplikasi ini diciptakan, yakni sebagai alat untuk melihat kinerja pegawai, memonitoring pegawai, dan mengukur prestasi kerja pagawai ASN Kemenag RI.

Selain Aplikasi Kepegawaian dan Buku Pohon Perencanaan, dalam kesempatan tersebut, juga Penyerahan DIPA Kemenag Tahun Anggaran 2018. Hadir dalam Peluncuran tersebut, Keluarga Besar Kemenag Pusat, para Kakanwil dan para Pimpinan PTKN.

Sementara itu, Kakanwil Kemenag Sultra, Dr. Abdul Kadir yang turut menghadiri acara menanggapi positif peluncuran aplikasi kepegawaian dan pohon perencanaan
 
“Saya kira ini terobosan baru untuk mempercepat dan meningkatkan kualitas layanan artinya bersih melayani dapat tercapai apabila kita bisa mengoptimalkan berbagai macam pendekatan fungsi dan teknologi yang tersedia,”ungkap Kakanwil
 
Salah satu teknologi informasi yang kita maksud, lanjut Kakanwil, untuk memudahkan layanan dari berbagai macam aplikasi yang dilaunching dengan maksud untuk memperbaiki dan memudahkan layanan dan ada aspek transparansi sehingga bisa memonitor segala aktifitas pekerjaan ASN, disisi lain ASN merasa tetap terkontrol atas pekerjaan yang dilakukan dan dapat diberikan penghargaan dari tugas yang dikerjakan.
 
Menindaklanjuti program yang digagas Kemenag pusat, Kakanwil mengatakan langkah yang akan dilakukan Kemenag Sultra sudah mempersiapkan infrastruktur pendukung walaupun ada keterbatas dana, namun dengan ketersediaan dana yang  ada sedapat mungkin dioptimalkan sambil membackup dana pada tahun anggaran 2018, dengan harapan semoga bisa lebih awal untuk menyelesaikan pelayanan satu pintu.
 
“Sistem dan Sumber Daya Manusia akan kita benahi dan ditambah yang sudah ada, sebagian kita sudah beri kesempatan diutus dan dibekali di Yogyakarta sebagai pilot project pelayanan satu pintu, semoga kita menjadi Kanwil yang pertama mengikuti Yogyakarta,”harap Abdul Kadir. (kemenag/rhd/rtr)
 
 

Berita lainnya