Kakanwil Tekankan Empat Kompetensi dalam Pendidikan

Wa Ode Asnani, S.Ip 12-07-2018 (10:59:27) Berita 37 times
Kendari, (Inmas Sultra)--- Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Prov. Sultra Dr Abdul Kadir MPd, secara resmi membuka Workshop Penyegaran K-13 Revisi 2017 lingkup Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Kendari bersama Kelompok Kerja Madrasah (KKM)  MTsN 1 Kendari, Kamis (12/7) di Aula Serbaguna MTsN 1 Kendari.

Dalam sambutannya, Abdul Kadir yang didampingi  Kepala kantor kemenag Kota Kendari, Samsuddin T SAg, menekankan beberapa poin penting yang perlu diperhatikan. Diantaranya kecintaan terhadap pengetahuan jangan terlalu berlebihan, sehingga kurikulum lama yang sudah direvisi masih juga diajarkan.

"Jika hal tersebut masih terjadi, dikhawatirkan penyelenggara pendidikan yang masih menggunakan kurikulum yang sudah mengalami revisi, kurikulumnya  tidak sesuai dengan kebutuhan zaman," ungkap Abdul Kadir.

Abdul Kadir lantas mengutip ucapan Anis Baswedan melalui media beberapa waktu lalu, bahwa ada tiga kata kunci  yang dibutuhkan jika sebuah negara atau sekolah ingin tetap eksis dan  mampu  berkompetisi.

"Pertama, sekolah harus memiliki karakter. Sebagai madrasah,  karakter yang ditekankan adalah kesadaran dalam  menjalankan ibadah dengan taat. Kemudian,  memiliki karakter kinerja atau  kemampuan kerja yang kuat. Sekarang ini  kita butuh pekerja yang jujur bukan pekerja yang culas," tegasnya.

Lanjut Abdul Kadir, kunci kedua yang dimaksud adalah sekolah harus memiliki nilai. Nilai spiritual dengan menjadikan Al Quran dan hadis sebagai basic. Lalu memiliki nilai  budaya dengan tetap  menghargai kearifan lokal yang ada.

"Kemudian yang ketiga, sekolah harus Kolaboratif, mampu melakukan kerjasama. Seperti apa yang dikatakan Prof. Mukta Ali,
'Belajarlah mendengarkan apa yang disampaikan orang lain, jangan hanya mau didengarkan," imbuhnya.

Menurut Abdul Kadir,  jangan  memandang siapa yang berbicara, tetapi hendaknya seseorang mendengarkan apa yang disampaikan orang lain, meski itu dari seorang anak kecil. Karena tidak menutup kemungkinan, apa yang disampaikan itu adalah sesuatu yang bermanfaat.

Diakhir sambutannya, Abdul Kadir kembali mengutip  pernyataan Anis Baswedan terkait
kompetensi yang dibutuhkan dalam pendidikan.  

"Ada empat kompetensi yang perlu dicapai dalam mendidik. Pertama, sekolah dapat melahirkan anak-anak yang kritis tetapi kritis  dalam kesantunan. Kedua, sekolah dapat melahirkan anak didik yang cerdas. Ketiga, sekolah dapat melahirkan anak didik yang memiliki kemandirian. Keempat, sekolah yang menghasilkan anak didik  yang memiliki kemampuan beradaptasi dengan lingkungan," paparnya.

Sebagai penutup, Abdul Kadir mengingatkan para kepala madrasah, bahwa sehebat apapun kepala madrasah dalam mengelola dan menjalankan tugasnya,  jika tidak dibarengi dengan keikhlasan maka hal itu akan menjadi sandungan dalam menjalankan tugas.

"Olehnya, ketulusan dan tekad hendaknya dapat dipadukan oleh para kamad dalam memimpin sekolahnya," pungkasnya.

Kegiatan Workshop yang diketuai Hidayati Fauziah SPd MSc ini akan berlangsung selama 3 hari (Kamis 12 hingga Sabtu 14 Juli), dan diikuti 40 guru sebagai peserta yang merupakan guru MTs se KKM MTsN 1 Kendari.

Turut hadir pada acara pembukaan, Kasi Pendidikan Madrasah Kota Kendari, Koordinator pengawas Kota Kendari, Kepala MTsN 2 Kendari, dan Kepala MTs se Kelompok Kerja Madrasah (KKM) MTsN 1 Kendari.
 
Adapun materi workshop antara lain mencakup Kebijakan dan dinamika pengembangan pendidikan di Kemenag, analisis SKL, KI dan LD, analisis materi, tekhnik penilaian dan penulisan kisi- kisi soal, pengembangan RPP, dengan beberapa  pemateri yang kompeten dan profesional dibidangnya.

Selain menerima materi, peserta juga akan melakukan performance atau praktek langsung dihadapan peserta lainnnya. (Yst)

Berita lainnya