Kakanwil Sultra Dr,. Abdul Kadir, M. Pd. Presentasi Standar Pelayan Minimal (SPM) Pendidikan Madrasah Sultra di Hadapan Watimpres

Rahmad. S.Pd., M.Pd 21-12-2017 (05:58:05) Berita 350 times
Foto Bersama Watimpres Prof. Dr. Malik Fajar Usai Presentasi tentang Standar Minimal Pendidikan (SPM) Pendidikan Madrasah di Ruang Rapat  Besar Watimpres Lantai 2 Rabu (20/12/2017)
 
Jakarta, (Inmas Sultra) Data Kominfo Lebih dari 70 persen sekolah dan madrasah di 108 kabupaten/kota di Indonesia telah mengalami peningkatan dalam pemenuhan Standar Pelayanan Minimal Pendidikan Dasar (SPM Dikdas). Sementara, sekitar 100 kabupaten/kota telah mengembangkan peta jalan/roadmap untuk pemenuhan SPM Dikdas secara terukur. Sementara di Sulawesi Tenggara sendiri, kakanwil Kemenag Sultra Dr. Abdul Kadir , M. Pd. Di hadapan Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres) Prof. Dr. Malik Fajar, Kakanwil Sultra yang kurang lebih 7 bulan menjabat kakanwil ini, dalam paparannya beliau menyampaikan khususnya kondisi madrasah di Sultra total sebanyak 707 madrasah yang tersebar pada madrasah negeri 80 madrasah (11,30%) sedangkan di madrasah swasta 627 madrasah (88,70). Sebaran Madrasah Negeri Tidak Merata,  90% madrasah dikelola masyarakat. Hal ini, disampaikan Kadir dalam dialog yang bertajuk “Seputar Standar Pelayanan Minimal (SPM) Pendidikan di Madrasah“ (Rabu 20/12/2017).
 
Selanjutnya, Kakanwil Kemenag Sultra Kadir dengan tegas menyampaikan bahwa ada beberapa poin penting yang merupakan problematika pencapaian SPM madrasah di Sultra terutama terkait “sebaran madrasah negeri tidak merata, sekitar 90% Madrasah dikelola masyarakat, daya dukung anggaran belum memadai, masalah manajemen dan kepemimpinan madrasah, sarana dan prasarana tidak memadai, daya tampung sarana dan RKB terbatas, rasio jumlah siswa dan pendidik yg tidak sebanding, rendahnya kualifikasi dan kompetensi tenaga pendidik (madrasah lebih banyak bergantung pada guru honorer), kompetensi dan penguasaan tekhnologi, distribusi guru yang tidak merata, masalah regulasi yg tidak memperhitungkan ciri/kekhususan madrasah.” Paparnya.
 
Dalam kesempatan yang sama Kaknwil Sultra yang juga mantan Ketua Senat IAIN Kendari, menyampaikan bahwa madrasah memilik potensi madrasah dikembangkan.
 
“Ada partisipasi besar dari masyarakat untuk membangun madrasah terbukti dari banyaknya sekolah swasta. madrasah bisa memperoleh pendanaan yang kuat bila mampu membangun relasi dengan pihak luar (pemda atau pihak swasta. ada kemandirian dari pihak pengelola madrasah. ada harapan dan kepercayaan besar masyarakat”
 
Hal lain yang menjadi penekanan oleh Kadir sekaligus menjadi rekomendasi penting yang perlu dikembangkan sehingga SPM di Madrasah bisa tercapai sesuai dengan harapan.
 
“Perlu ada keberpihakan terhadap madrasah, antara lain melalui regulasi yg harus mempertimbangkan ciri kekhususan madrasah. Perlu dilakukan evaluasi komitmen Badan Penyelenggara Pendidikan (Organisasi atau Yayasan yg Menaungi Madrasah). Perlu ada penguatan dalam Aspek Kepemimpinan dan Manajemen Kelembagaan.  Perlu dilakukan evaluasi kompetensi guru madrasah secara total. Program Pembinaan dan pengembangan kualitas guru madrasah harus dilakukan secara sistematis, berjenjang, dan kontinyu.”
 
Rekomendasi tersebut diungkapkan pada Dialog Nasional para kakanwil Kemenag se Indonesia oleh Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres) di Jakarta pada ruang rapat besar Watimpres Lantai 2 pada hari Rabu (20/12). 
 
Berdasarkan informasi dari Kaknwil Kemenag Sultra Kadir bahwa hal lain yang menjadi substansi dari dialog tersebut, tanggapan yang terakumulasi dalam bentuk nasihat oleh Watimpres Malik Fajar bahwa untuk menjadi madrasah lebih baik dan lebih baik madrasah perlu kerja keras bagi manajernya dalam hal ini kepala madrasah. 
 
“Banyak sekolah atau madrasah yang berhasil bukan karena status negeri saja tetapi justru madrasah swasta itu pun sebagai lahan untuk meraih prestasi dan bisa mendapatkan kehormatan dikarenakan kerja keras kepala madrasah. Hal utama yang perlu diperhatikan untuk mencapai SPM di madrasah yaitu adanya tekat disiplin yang diterapkan, kerja sama kepala madrasah harus bagus dengan stake holder, yang paling substansi dan menjadi roh adalah tingkat ketulusan  di dalam pengabdian. Itulah yang mengubah madrasah dari madrasah yang kumuh menjadi madrasah yang sukses.”  Tandasnya.
 
Turut hadir dalam Kegiatan yang bertempat di Sekretariat Watimpres tersebut kakanwil Sultra, Sulsel, Sulteng, Sulbar, Maluku, dan kakanwil Kemenag Maluku Utara. (Rhd)
 

Berita lainnya