Kakanwil Dialog dengan Tokoh Agama Kabupaten Wakatobi

Waliullah, S.Ip 13-11-2017 (09:58:38) Berita 168 times
Wakatobi, (Inmas Sultra) --- Kerukunan Umat Beragama di tengah keanekaragaman budaya merupakan aset dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia. Membina dan memelihara Kerukunan Umat Beragama merupakan tantangan bersama yang harus dihadapi dalam suatu konteks berbangsa dan bernegara dalam realitas masyarakat yang plural.

Berdasarkan hal tersebut, Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sulawesi Tenggara, menggelar Dialog Kerukunan Umat Beragama Tingkat Kabupaten Wakatobi Tahun 2017. Kegiatan yang mengusung tema lebih dekat melayani umat tersebut, dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tenggara, Dr. Abdul Kadir, M.Pd, Sabtu, (11/11/2017).

Kakanwil Kemenag Sultra, Dr. Abdul Kadir, M.Pd dalam sambutannya mengatakan pentingnya kerukunan dalam konteks berbangsa dan bernegara baik itu sebagai warga Negara atau sebagai umat. Menurutnya, kerukunan dibutuhkan manusia karena adanya kebutuhan pokok manusia yang harus dipenuhi, baik itu Kebutuhan fisiologis yaitu kebutuhan makan dan minum sampai yang terakhir yaitu aktualitas dan disempurnakan dengan agama.

Dikatakannya, pemahaman agama sangat diperlukan dalam menjaga kerukunan. “Di berbagai forum keagamaan sering saya sampaikan bahwa kehidupan yang paling baik dalam beragama adalah seluruh anak-anak kita didekatkan dengan kitab sucinya. Semakin luas kita memahami ajaran agama maka semakin dewasa melihat perbedaan, kita semakin matang dan dewasa," terang Dr. Abdul kadir.

Selain itu, lanjutnya, lembaga-lembaga keagamaan, Lembaga adat, utamanya orangtua, punya tanggung jawab yang besar untuk menuntaskan buta baca Al Qur’an. “Selain mendekatkan dengan kitab sucinya, kita dorong dengan peningkatan pemahaman mereka dengan sumber-sumber kitab sucinya. Yang kedua adalah mendekatkan dengan rumah ibadah. Karena pemahaman kita adalah orang yang dekat dengan rumah ibadahnya, tingkat penghayatan dan pengamalan ajaran agamanya bisa dikatakan sangat baik.”

Disampaikannya, Dari tujuh program strategis Kementerian Agama, ada tiga yang berkaitan dengan Kerukunan Umat Beragama yaitu peningkatan kualitas pemahaman dan pengamalan ajaran agama. kedua peningkatan mutu pendidikan agama dan keagamaan dan ketiga peningkatan mutu kerukunan umat beragama, harapannya, ada ruang antara Pemerintah Daerah bersama Kementerian Agama untuk saling bahu-membahu meningkatkan kerukunan umat beragama. Mari bersama-sama merajut kebhinekaan dengan merawat kearifan lokal,” pesannya.

Sebelumnya, Asisten III Kab. Wakatobi, mengatakan perlunya agama yang telah menjadi budaya dari peradaban Wakatobi. Sebagai daerah destinasi wisata, Wakatobi diperhadapkan dengan berbagai tantangan salah satunya keagamaan. Dengan masuknya warga dunia maka perlunya memperkuat pemahaman budaya kita, sehingga gesekan-gesekan pemahaman dapat teratasi. Olehnya itu, dengan semangat agama diharapkan mampu menangkal perbedaan pemahaman yang akan terjadi.

Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Kab. Wakatobi, Lalan Jaya, S.Pd, M.Si melaporkan dinamika dalam masyarakat di Kab. Wakatobi, belum ada yang sampai menimbulkan gesekan atau konflik. Koordinasi semua stakeholder dalam menjaga Kerukunan Umat Beragama di Kab. Wakatobi Alhamdulillah masih terjaga berkat semua kerjasama antara Pemda, Kemenag, Tokoh masyarakat, tokoh agama khususnya yang tergabung dalam FKUB.

Selain membuka Dialog Kerukunan Umat Beragama, Kakanwil Kemenag Sultra, Dr. Abdul Kadir, M.Pd juga mengukuhkan KKG dan MGMP PAI Kab. Wakatobi. Hal ini dilakukan beliau, di sela-sela pembinaan ASN Lingkup Kantor Kemenag Kab. Wakatobi. Sebagai puncak kunjungan kerja Kakanwil Kemenag Sultra bersama Ketua DWP Kanwil Kemenag Sultra menghadiri pembukaan EXPO Wakatobi Wave di Lapangan Pangulubelo.
 

Berita lainnya