Kakanwil : Data Penting bagi Decision Maker

Rio Tufail Ramadhan. SH 05-03-2018 (08:48:53) Berita 51 times
Kendari (Inmas Sultra) --- Kakanwil Kemenag Sultra, Dr. Abdul Kadir mengatakan sangat sulit memulai meningkatkan kualitas apabila kita tidak memiliki data yang akurat tentang tipe dan tingkatakan lembaga islam seperti pondok pesantren.
 
Hal tersebut disampaikan ketika membuka sekaligus menyampaikan arahan pada kegiatan Workshop  Data dan Informasi EMIS Pondok Pesantren Lingkup Kemenag Sultra Tahun 2018 di Hotel Zahra Kendari. Jumat (2/3).
 
“Bagi para pengambil kebijakan (decision maker), data penting bagi kita untuk mengetahui apakah kita di posisi kurang, atau sudah baik, Data itu lagi-lagi menjadi penting karena data bisa saja menjadi masalah sehingga berakibat tidak tepatnya merencanakan kegiatan dan berimbas pada tidak terserapnya dana karena tidak tepat sasaran, misalnya ada istilah pagu minus. ” jelas Kakanwil.
 
Tersedianya data yang kita miliki tergantung pada suplay data pada tingkatan paling bawah, di Kabupaten/Kota dan akruasi data juga tergantung di level pengelola data tingkat provinsi yang merespon data yang dikirim dari masing-masing Kabupaten/Kota.
 
Pekerjaan kita yang paling mendasar kali ini, lanjut Kakanwil adalah bagiamana kita bisa mendata berapa jumlah pondok, klasifikasi pondok dan berapa tenaga ustadz yang mengajar di pondok lengkap dengan starata pendidikannya berdasarkan system EMIS (education management isformation system).
 
Pondok pesantren banyak macamnya ada pondok menyelenggarakan ala madrasah dan ada madrasah yang bernaung di pondok pesantren, ada juga pondok yang sistemnya pondok kolong tidak belajar seperti madrasah tetapi belajar di luar jam belajar sekolah,”ungkapnya.
 
Disebutkan, Dirjen Pendis akan menerapkan kebijakan system satu pintu dalam pengelolaan pendataan pendidikan Islam, melalui system EMIS yang dikembangkan untuk mendukung pengelolaan data pokok baik formal maupun informal.
 
Sebenarnya obsesi saya bulan ini efektifnya kita sudah menerapkan EMIS dan yang berbasis layanan teknologi informasi dapat diterapkan pada system pelayanan satu pintu namun ada hambatan pada anggaran, akhirnya kami harus menunggu sedikit lebih lama.
 
Diakhir arahannya Doktor manajemen ini  menyampaikan pesan kepada seluruh peserta “anda bekerja keras dan berkomitmen bahwa bekerja adalah pengabdian kita kepada Allah SWT dan Jangan pernah merasa puas dengan kemampuan yang anda miliki hari ini karena orang yang cepat merasa bisa adalah awal kemunduran kita dalam menapaki era kehidupan yang penuh kompetisi,”.
 
Sebelumnya panitia pelaksana, Nur Ahmad melaporkan workshop  ini menghadirkan peserta dari tenaga operator EMIS Kemenag Kabupaten/Kota dan operator Pondok Pesantren berjumlah 50 orang.
 
Turut Hadir Kepala Bidang Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam, H.M. Natsir serta sejumlah pejabat eselon IV Kemenag se Sultra.
 

Berita lainnya