Kakanwil : Balai Nikah dan Manasik Haji Harus Mempertimbangkan Lokasi

Nisa Nurhayati. S.I.K 08-02-2018 (08:46:48) Berita 108 times
Kendari (Inmas Sultra)----Kakanwil Kemenag Agama Prov. Sulawesi Tenggara, Dr. Abdul Kadir M.Pd, rabu (7/2) , dihadapan peserta rapat  percepatan proyek pembangunan balai nikah dan manasik haji  menegaskan bahwa Relokasi Balai Nikah dan Manasik Haji pada kantor KUA untuk Kabupaten/Kota tahun ini harus mempertimbangkan lokasi yang ada.

“Daerah yang menjadi balai nikah dan manasik haji harus memenuhi syarat relokasi. Hal ini dilakukan untuk meminimalisasi  adanya faktor kenaikan barang serta biaya transportasi, dan pendistribusiannya. maka dari itu kita kedepankan dulu daerah strategis yaitu ibu kota kabupaten. Nanti setelah itu, baru kita merambat di daerah lainnya” tegas kakanwil saat memimpin rapat di Aula Kantor Kemenag Sultra

Kegiatan Relokasi Balai Nikah dan Manasik Haji merupakan program yang didanai oleh Surat Berharga Syariah Negara (SBSN), dilakukan oleh Unit Layanan Pengadaan (ULP) tahun 2018 dan akan dilaksanakan di 8 (delapan) lokasi yang ada di Prov. Sulawesi Tenggara.

8 (delapan) lokasi itu yakni  Buton Selatan, Buton, Muna, Konawe Selatan, Buton Tengah, Kendari, dan Wakatobi. Hal ini berdasarkan data oleh Kepala Bidang Urais, H. Hasanuri yang juga selaku pengawas dalam program SBSN.

Pertimbangan selanjutnya menurut kakanwil adalah terkait masalah tanah dan sertifikat. Ia menghimbau bahwa relokasi dilakukan pada bangunan KUA nantinya harus jelas sertifikatnya sehingga tidak ada masalah kedepannya selama pembangunan dilakukan.
Pembangunan balai nikah dan manasik haji pada masing-masing kantor KUA dijadwalkan awal April 2018.

Senada dengan Kakanwil, Kepada Bidang Urais juga menegaskan bahwa relokasi yang dilakukan harus mempertimbangkan mobilisasi barang.
“lokasi KUA yang sulit dijangkau, akan mempersulit dan menambah biaya transportasi.” tambahnya

Rapat kali ini dihadiri juga oleh Kepala Bidang TU,Joko,  Kepada Bidang Urais, Hasanuri, Ka. Kankemenag Kab/Kota se Sultra,  Para Tim ULP, serta Pejabat Lingkup Kementerian Agama Prov. Sultra. (NZ)
 

Berita lainnya