Kafilah Sultra Ramaikan Pembukaan Festival Seni Qasidah Berskala Besar Tingkat Nasional XXII

Rio Tufail Ramadhan. SH 20-11-2017 (08:15:41) Berita 311 times
Festival Seni Qasidah Berskala Besar Tingkat Nasional ke-22 resmi ditabuh di Lapangan Imam Bonjol, Kota Padang, Ahad (19/11/2017) malam.
Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama Prof. Dr. Muhammad Amin bersama Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat Ali Asmar dan Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah menabuh gendang tasa menandai pembukaan perhelatan akbar tersebut.

Pembukaan Festival Seni Qasidah yang diikuti 1.767 peserta dari 32 provinsi ini diramaikan dengan parade kafilah. Sulawesi Tenggara sebagai tuan rumah Festival Seni Qasidah Berskala Besar Tingkat Nasional XXI  juga menghadirkan 200an peserta dan termasuk Provinsi dengan jumlah peserta dan official terbanyak yang mengikuti even tahunan ini.
Turut Hadir pada kesempatan tersebut, Kakanwil Kemenag Sultra, Dr, Abdul Kadir, M.Pd didampingi Ketua DWP Kanwil Kemenag Sultra, Ny. Mas Intan Abdul Kadir serta sejumlah pejabat eselon II dan III Lingkup Kemenag Sultra dan Pemerintah Daerah Sultra.

Di lain pihak, Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah menyebut, kegiatan ini terselenggara karena dukungan dan kerjasama semua pihak. Juga kepercayaan yang diberikan Dewan Pengurus Pusat Lembaga Seni Qasidah Indonesia (DPP LASQI) kepada Pemerintah Kota Padang.

 “Terselenggaranya kegiatan besar ini tidak lepas dari dukungan semua pihak serta kepercayaan yang diberikan LASQI Pusat,” kata Mahyeldi.
Selain itu, penyelenggaraan festival seni qasidah ini juga menunjang Sumatera Barat sebagai destinasi wisata halal.

Lebih lanjut dikatakan, Kota Padang selaku tuan rumah tahun ini terbilang istimewa, pasalnya Festival Seni Qasidah ke-22 ini merupakan yang pertama diselenggarakan pemerintah kota. Sedangkan 21 kali sebelumnya dihelat pemerintah provinsi.

“Padang memberanikan diri menjadi tuan rumah karena memang memiliki kesiapan untuk event berskala nasional dan internasional,” kata Mahyeldi.
Walikota Padang Mahyeldi berikan sambutan saat pembukaan Festifal Qasidah Tingkat Nasional di Lapangan Imam Bonjol Kota Padang
Meskipun demikian, katanya, tentu terdapat kekurangan-kekurangan, namun kekurangan tersebut diharapkan tidak menjadi halangan kesuksesan acara ini.
“Kekurangan-kekurangan pasti ada tetapi diharapkan acara ini terselenggara dengan baik,” tukas Mahyeldi.

Sementara itu, Dirjen Bimas Islam Kemenag Muhammad Amin mengatakan, Festival Seni Qasidah merupakan upaya menghidup kesenian-kesenian islami.
“Khasanah seni islami selama ini nyaris dikalahkan seni modern, melalui festival ini kita hidupkan kesenian islami itu,” ujarnya.
Menurutnya, qasidah sebagai seni dan budaya dalam islam menjadi alat untuk dakwah. Kesenian dipakai dalam perjuangan bangsa sekaligus mempersatukan umat.
 “Seni budaya menjadi alat perjuangan dan alat persatuan seperti festival hari ini,” sebutnya.


Festival Seni Qasidah XXII berlangsung selama sepekan (19-25 September 2017) dengan rangkaian lomba qasidah dan seminar serta beberapa kegiatan lainnya.
 

Berita lainnya