Kabid Penma : Pemimpin Komunikator Tak Sekedar Bisa Bicara, Tapi Bisa Mendengar

Wa Ode Asnani, S.Ip 01-03-2018 (12:40:09) Berita 180 times
Raha, (Inmas Sultra)--- Pemimpin merupakan pribadi yang memiliki kecakapan dan kelebihan, serta pengetahuan dan keterampilan khususnya di satu bidang sehingga dia mampu mempengaruhi orang lain untuk mencapai tujuan bersama. Karenanya, seorang pemimpin dituntut harus mampu berkomunikasi dengan baik. Tak sekadar mampu berbicara, pemimpin juga harus bisa menjadi pendengar yang efektif.
 
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Prov. Sultra, Mansur saat memberikan materi mengenai Cara Berkomunikasi yang Benar Sebagai Layaknya Seorang Pemimpin, pada Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) Siswa MA/SMA/SMK dan MTs/SMP Tingkat Kabupaten Muna, yang digelar di Aula Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Muna, Rabu (28/2).
 
Mansur mengungkapkan, jika kebanyakan pemimpin hanya bisa menjadi pembicara dan mempengaruhi orang lain, tapi sangat jarang bisa mendengarkan apa yang menjadi masukan, kritik, saran serta persoalan bawahan, demi kemajuan organisasi yang dipimpinnya.
 
“Berdasarkan penelitian, 70 persen kesalahan di dunia kerja adalah hasil dari komunikasi yang buruk. Jadi, seorang pemimpin sebaiknya tidak hanya mampu berbicara dan mempengaruhi bawahan, tapi juga bisa mendengarkan apa yang menjadi aspirasi orang-orang yang ada dibawahnya,” jelasnya.
 
Masih kata Mansur, pemimpin sepatutnya menjadi seorang yang komunikator, bersifat terbuka dan menerima feedback (umpan balik), bisa memastikan orang lain memahami pesan yang disampaikan serta tenang dan sabar saat mendengarkan orang lain, juga cerdas berinteraksi dengan siapapun.
 
Untuk itu, Mansur membagi ilmu dan membekali para siswa-siswi mengenai cara berkomunikasi yang baik sebagai seorang pemimpin untuk menghadapi tantangan zaman.
 
“Setidaknya ada lima hal penting terkait cara komunikasi seorang pemimpin. Pertama, tahu siapa pendengarnya, kemudian ahli dalam bahasa tubuh, berbicara kepada grup secara individual, berani mengakui kesalahan dan berani meminta maaf jika melakukan kesalahan, serta mampu mendengarkan kritik dan saran,” simpulnya.(nan)
 

Berita lainnya