IMAN DAN ISTIQAMAH

Syech 19-08-2016 (12:56:11) Opini 55 times
Oleh : Syaifuddin Mustaming

Sesungguhnya orang orang yang mengatakan Tuhan kami Allah , kemudian beristiqamah, maka malaikat turun kepada mereka (dengan mengatakan) : Janganlah kamu merasa takut dan janganlah merasa sedih, dan bergembiralah kamu dengan surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu. Kamilah Pelindung Pelindungmu dalam kehidupan dunia dan di akhirat, di mana kamu memperoleh apa yang kamu inginkan (dari segala kenikmatan) dan memperoleh apa yang kamu minta. Sebagai hidangan (bagimu) dari Tuhan Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang . ( QS. Fushshilat ; 30 32 )

Penegasan Allah pada ayat di atas memberitakan sekaligus menuntun hamba yang beriman lagi istiqamah (teguh pendirian / konsisten) dengan keIslamannya untuk tidak perlu merasa takut dan bersedih, namun diarahkan untuk bergembira akan karunia surga yang dijanjikan Allah terhadapnya.

Dalam riwayat, Ibnu Abbas Radhiyallahu Anhu, meriwayatkan bahwa ayat ayat tersebut diturunkan menceritakan keadaan Sayyidina Abu Bakar RadhiyallahuAnhu yang konsisten / teguh pada pendiriannya menghadapi orang orang musyrik dan orang orang yahudi. Orang orang musyrik mengatakan bahwaAllah Tuhan kami dan malaikat malaikat adalah putera puteri Allah,sedangkan orang-orang yahudi berkata; Allah Tuhan kami, Uzair adalah Putera Allah, dan Muhammad bukanlah seorang Nabi. Paham dan keadaan inilah yang menjadikan Abu Bakar RA semakin teguh serta menegaskan pendiriannya dan berkata bahwa ; Tuhan kami adalah Allah Yang Maha Esa, tiada bersekutu, serta Muhammad SAW adalah hamba Allah dan Rasul Nya. Tegasnya bahwa Sayyidina Abu Bakar Radhiyallahu Anhu mengatakan; Istiqamah adalah bahwa engkau tidak menyekutukan sesuatu apapun dengan Allah.

Islam mengajarkan bahwa keyakinan terhadap ke Mahakuasaan Allah sebagai wujud persaksian terhadap Ke Tauhidan Allah dan Ke Rasulan Muhammad SAW, maka secara implementatif mesti ditindaklanjuti dengan mewujudkan konsistensiterhadap esensi iman dan keIslaman kita, yakni dengan Istiqamah, baik secara lahiriyah maupun bathiniyah. Istiqamah Lahiriyah yaitu tercapai dengan melakukan semua perintah Allah dan menjauhi larangan Nya. Sedangkan Istiqamah bathiniyah yaitu iman atau kepercayaan yang teguh dan tidak tergoyahkan.

Abullaits, mengatakan bahwa tandatanda orang yang beristiqamah, antara lain :

Menjaga lidahnya dari sikap mengumpat umpat orang lain. Allah berfirman: Dan janganlah kamu saling umpat mengumpat . (QS. Al Hujurat; 12)
Menjauhkan diri dari sifat buruk sangka. Allah menyatakan, bahwa: Jauhilah olehmu dari segala prasangka, karena sebagian prasangka itu adalah dosa. (QS. al Hujurat; 12)
Menjauhkan diri dari ejek mengejek, sebagaimana firman Allah SWT, bahwa : Janganlah suatu kaum mengejek kaum yang lain, karena boleh jadi kaum yang diejek justeru lebih baik dari yang mengejek. (QS. Al Hujurat ;11)
Menundukkan mata dari pandangan yang haram. Hal ini ditegaskan Allah SWT, bahwa: Katakanlah kepada orang orang Mumin, agar menundukkan mata dan penglihatannya. (QS. An Nur ; 30)
Berkata benar dan adil. Allah berfirman : Dan jika kamu berkata, berlaku adillah dalam kata katamu. (QS. Al Baqarah, 267)
Tidak berprilaku mubazzir, sebagaimana firman Nya : Janganlah kamu berprilaku mubazzir (pemboros), sesungguhnya orang mubazzir itu adalah kawan syaithan . (QS. Al Isra ; 26)
Selain hal di atas, masih ada beberapa tanda dan karakter wujud istiqamah, semisal ; Tidak sombong dan tidak mencari keunggulan untuk dirinya sendiri. Dan yang paling utama adalah usaha untuk tidak lalai terhadap kesempurnaan shalat lima waktu.Semoga dengan ibadah, menjadikan kita dapat semakin konsisten terhadap iman dan keIslaman, Amin Ya Rabbal Alamin.

* Penulis adalah :
Kepala Sub Bagian HUKMAS dan KUB Kantor Wilayah KEMENAG Prov. SulawesiTenggara.
Ketua DPK KNPI Kolaka
Ketua Umum Forum Komunikasi Dai Muda Indonesia (FKDMI) Korcab. Kolaka

Opini lainnya