Dialog Umat Beragama se Kota Kendari Bahas PBM No 8 dan 9

Rio Tufail Ramadhan. SH 06-12-2017 (11:20:05) Berita 203 times
Kendari (Inmas Sultra) --- Dialog Kerukunan Antar Umat Beragama yang diprakarasai Forum Kerukunan Umat Beragama Kota Kendari dan Kementerian Agama Kota Kendari mengagendakan pembahasan Peraturan Bersama Menteri (PBM) No 8 dan 9 mengenai  Kerukunan Umat Beragama dan Pendirian Rumah Ibadah. Rabu (6/12)

Kegiatan yang dipusatkan di Aula Kanwil Kemenag Sultra menghadirkan para tokoh agama yang berasal dari sejumlah Kecamatan yang tersebar di wilayah Kota Kendari dengan jumlah mencapai 50 orang ditambah 17 orang anggota FKUB Kota Kendari.

Dalam sambutannya, Kakanwil Kemenag Sultra, Dr. Abdul Kadir mengemukakan secara nasional indeks toleransi umat beragama mencapai angka 78 persen. Hal tersebut dianggap baik, namun demikian dari aspek kerjasama antar umat masih sangat rendah diangka 46 persen.

Rendahnya aspek kerjasama antar umat beragama, kata pendidik senior ini , salah satunya dikarenakan masih ada pemahaman diantara umat yang menganggap aspek manfaat kerjasama antar umat tidak mempunyai nilai ibadah, padahal kerjasama sangatlah penting tanpa perlu melihat latar belakang agama dalam rangka membangun negara kita.

Kakanwil kembali mengatakan bahwa kurangnya pemahaman akan pentingnya kerukunan bisa saja karena beberapa factor salah satunya karena keterbatasan kita memahami pemaknaan kitab suci  atau kesalahan kita yang terlalu berguru tidak tuntas sehingga muncul paham ekstrimis lebih lebih lagi mengarah pada paham radikal.

“Dalam Islam Nabi Muhammad SAW sudah mempraktekkan toleransi umat beragama mulai dari penghormatan kepada mayat non muslim sampai perlakuan adil terhadap tawanan perang di masa itu,”jelas Kakanwil.

Diakhir sambutannya Kakanwil berharap semoga dengan modal tanggungjawab kita dapat membangunkebersamaan untuk merajuk kebhinekaan dalam kontek Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Sebelumnya, Ketua FKUB Kota Kendari , H. Yato Palari mengatakan dialog yang dibangun kali ini merupakan upaya yang perlu dilakukan untuk mencegah gesekan yang ada dimasyarakat.

 Pihaknya bersama Kementerian Agama Kota Kendari pun telah melakukan sejumlah program untuk mendukung pemerintah menjaga keutuhan umat salah satunya telah membentuk FKUB ditingkat Kecamatan dan Kelurahan, ini menjadi prestasi FKUB Kota Kendari mengingat program tersebut merupakan yang pertama di Sultra.

Selain itu juga FKUB telah melakukan sosialisasi di Kecamatan mengenai PBM No 8 dan 9 dalam upaya pencegahan secara dini dan pembahasan dalam bentuk koordinasi dengan seluruh pihak.
 

Berita lainnya