Buka Workshop Kakanwil Kemenag Sultra Tekankan Peningkatan Profesionalisme dan Sukses Membangun Madrasah

Rahmad. S.Pd., M.Pd 10-06-2018 (12:51:00) Berita 169 times
Labungkari (Inmas Sultra) --—Workshop Peningkatan Profesi Guru Mata Pelajaran yang diselenggarakan oleh MTsN 4 Buton Tengah (Buteng) dan MTsN 3 Buteng resmi dibuka oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Prov. Sultra, Dr. Abdul Kadir, M. Pd, Minggu, (10/6/18). 

Kegiatan ini sengaja digelar bersamaan dua madrasah tersebut mengingat padatnya kegiatan Kakanwil. Workshop ini mengangkat tema “Membangun Semangat Baru Warga Madrasah dalam Meningkatkan Pembinaan dan Pengelolaan Madarasah yang Lebih Baik Menuju Madrasah Hebat dan Bermartabat”. 

Mengawali laporan ketua panitia, Asman Bandera, S. Pd selaku kepala MTsN 4 Buteng tak lupa mengucapakan terima kasih kepada Kakanwil Kemenag Prov. Sultra yang telah menyempatkan diri untuk hadir di MTsN 4 Buteng dan bersedia membuka kegiatan tersebut. 

Lanjut dari laporannya, Asman Bandera menyampaikan bahwa tujuan kegiatan tersebut adalah untuk meningkatkan kinerja guru mata pelajaran sehingga guru di MTsN 4 Buteng dan MTsN 3 Buteng mampu memahami dan menerapkan kurikulum 2013. Selain itu, ia mengungkapkan kembali usia MTsN 4 Buteng sejak dibangun hingga sekarang dengan beberapa kekurangan yang ada.

“MTsN 4 ini berdiri sejak Tahun 2001 yang saat itu masih swasta dikenal dengan nama MTs Waliko. Pada Tahun 2009 Madrasah ini dinegerikan dengan nama MTsN Waliko dan sekarang berubah nama menjadi MTsN 4 Buteng. Selama itu pula kami memiliki kesulitan setiap apel pagi karena siswa bisa masuk dari berbagai arah. Hal ini karena madrasah kami belum memiliki pagar. Oleh karena itu, dengan hadirnya Bapak Kakanwil, semoga ini menjadi angin segar untuk mendapat bantuan pagar tersebut” ungkapnya.

Kakanwil Kemenag Prov. Sultra, Abdul Kadir yang didampingi oleh Kepala Kemenag Buteng, Muchtar, S. Ag., M.A, Kabid Penma, Mansur, S. Pd., M.A, Kepala MTsN 4 Buteng, Asman Bandera, S. Pd, dan Kepala MTsN 3 Buteng, Drs. Hasan Pesa menjelaskan tentang bagaimana meningkatkan profesi guru dan kiat-kiat sukses membangun madrasah.

“Untuk memiliki wawasan yang sangat luas dan kematangan kompetensi atau kematangan profesional membutuhkan waktu yang panjang. Idealnya kalau membahas kurikulum tidak perlu berkali-kali. Tetapi karena daya ingat Bapak dan Ibu menurun yang disebabkan beberapa hal, salah satunya adalah usia dan munculnya rambut putih sebagai isyarat jangan terlalu mencintai kehidupan, sehingga kita harus bersiap-siap sebelum dipanggil paksa oleh Allah SWT” tandasnya.

“Tugas masa depan kepala madrasah adalah bagaimana meyakinkan costumer atau masyarakat bahwa madrasah itu lebih baik dan jauh lebih menjamin untuk menjemput masa depan anak-anak mereka. Madrasah kalau tidak dikelola dengan baik, maka wamamati, wamahyaya, ingin mandiri tapi tidak bisa mandiri. Untuk membangun madrasah kita harus analisis kebutuhan masyarakat, ibarat warung harus memahami menu yang diinginkan masyarakat” kata Dr. Abdul Kadir.

Selain itu, Abdul Kadir berpesan kepada kepala madrasah tentang cara sukses membangun madrasah minimal memiliki tiga sikap yaitu harus memiliki komitmen pengabdi yang sangat tinggi, memiliki modal nekat, dan memiliki keputusan yang cepat. 

“Saya berpesan, kalau mau suskses membangun madrasah maka yang pertama harus memiliki komitmen pengabdi yang sangat tinggi. Apakah kepala madrasah mengutamakan amanah, atau mengejar popularitas dan rezeki. Orang yang mengejar popularitas, pembangunan madrasah akan lamban, tetapi kalau ia mengemban amanah, maka madrasah itu akan lebih maju dengan cepat” pesannya.

“Yang kedua, seorang kepala madrasah harus nekat, harus berani. Dalam praktik kepemimpinan harus berani untuk melakukan terobosan-terobosan sepanjang terobosan itu untuk kepentingan orang banyak. Memang ini sulit, karena jangankan kita, seorang nabi saja yang maksum dari dosa masih banyak yang caci maki, apa lagi kita. Tapi nanti kita lihat hasil akhirnya” lanjutnya.

Masih Kakanwil Kemenag Prov. Sultra, “Yang ketiga, sikap kepemimpinan itu lebih baik mengambil keputusan yang tidak terlalu tepat tetapi cepat dari pada mengambil keputusan tepat tetapi lambat” bebernya.

Selain berpesan kepada kepala madrasah, Dr. Abdul kadir juga berpesan kepada para guru.

“Guru yang baik adalah guru yang menyadari posisinya sebagai guru dalam mentransfer ilmu dan nilai dengan cara harus memberi contoh kepada anak-anak didiknya. Bahkan harus melampaui itu, menyadari bagaimana anak-anak didiknya mampu menyerap materi dan berkonsentrasi saat menerima pelajaran. Jangan pernah berhenti melakukan kreasi-kreasi dan perubahan-perubahan karena setiap tahun ada perubahan”. Pungkasnya

Kakanwil Kemenag Prov. Sultra menutup materinya dengan membuka kegiatan Workshop Peningkatan Profesi Guru dengan resmi. 

Turut hadir dalam pembukaan kegiatan workshop tersebut Kasubag TU Kemenag Buteng, Habirun Ndanguru, M. Pd, Kasi Pendis Kemenag Buteng, Basiuddin, S. Pd.I., M. Phil, Guru-guru PNS dan Non PNS MTsN 4 Buteng dan MTsN 3 Buteng selaku peserta kegiatan.(ind)

Berita lainnya