Buka Bimtek Pengembangan Madrasah, Irjen Pesan Tiga Hal Penting

Rio Tufail Ramadhan. SH 11-03-2018 (11:00:18) Berita 40 times
Wakatobi (Inmas Sultra) --- Inspektur Jenderal Kementerian Agama RI, Prof. H.M Nur Kholis Setiawan menyampaikan arahan sekaligus membuka secara resmi kegiatan Bimbingan Teknis Pengembangan Madrasah Efektif dan Madrasah Sehat Lingkup Kemenag Sultra Tahun 2018. Sabtu (11/3).

Dalam arahannya Nur Kholis menyampaikan tiga pesan penting bagi para peserta yang sebagian besar  merupakan Kepala Madrasah  se Sultra.

Pesan pertama yang disampaikan untuk mengajarkan toleransi keberagaman, dikatakan di sejumlah belahan dunia saat ini yang mayoritas menganut mono kultur telah mengalami kemunduran dan anjloknya budaya karena dianggap tidak mampu membendung percampuran budaya dan peradaban.

Namun di Indonesia yang telah mengenal budaya dan suka bangsa yang beraneka ragam telah lebih dahulu mengalami dimensi tersebut bahkan sampai saat ini dengan banyaknya suku bangsa yang ada, Indonesia masih menjadi negara yang mengedepankan toleransi.

Dalam dunia pendidikan Islam, Irjen yang sebelumnya menjabat Dirjen Pendidikan Islam mengatakan pendidikan madrasah yang mengajarkan fiqih kepada anak, secara langsung  menyampaikan untuk memahami toleransi dalam keberagaman karena sejatinya ilmu fiqih pun seperti itu ada keberagaman pemahaman.

Pesan kedua yang disampaikan, bagaimana para guru mampu menciptakan kepercayaan diri anak didik. Pendidikan sesungguhnya tidak hanya mentransfer knowledge, namun pendidikan membekali anak menghadapi tantangan zaman.

Anak yang cerdas, lanjut Nur Kholis bukan hanya dilihat berdasarkan nilai mata pelajaran tinggi di sekolah tetapi ada nilai lain yang diperlukan seperti memahami nilai agama dan tumbuhnya kepercayaan diri.

“Wawasan yang diberikan para pendidik madrasah merupakan salah satu wasilah dalam hal mendukung dan mendorong kreatifitas anak didik kita, tentunya berdasarkan pada kemampuannya,” tambahnya.

Poin terakhir yang disampaikan yakni perlunya mewujudkan pendidikan yang memanusiakan manusia. Hal tersebut dikaitkan dengan semakin berkembangnya budaya individualistik yang terjadi di dunia yang begitu menonjol sehingga persaudaraan hampir tidak ada lagi. Tren dunia saat ini hanya menciptakan mesin seperti robot.

“Inilah tantangan kita di dunia pendidikan Islam sehingga kita mampu menjadi piranti yang sangat penting untuk mewujudkan kemajuan peradaban yang berkemanusiaan dan salah satunya caranya dengan bimtek ini yang menyelarasakan sumber daya dengan fasilitasnya,” pungkasnya.

Sebelumnya, Ketua Panitia kegiatan, Kariono melaporkan kegiatan Bimtek kali ini menghadirkan peserta sebanyak 75 orang yang terdiri dari para Kepala Seksi Pendidikan Madrasah dan Kepala Madrasah se Sultra.

Turut hadir mendampingi Irjen, Kepala Bagian Tata Usaha, Joko dan Kepala Bidang Pendidikan Madrasah, Mansur.
 

Berita lainnya