Baru Menjabat, Kepala Kemenag Wakatobi Tekankan Kedisiplinan

Rahmad. S.Pd., M.Pd 20-01-2018 (12:36:30) Berita 175 times
 
Wakatobi, (Inmas Sultra) – Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Wakatobi resmi berganti dari pejabat sebelumnya Bapak H. Muh Lalan Jaya S. Pd. M. Si.  Kepada Bapak Khalifah S. Pd. M. Pd. Tiga hari setelah dilantik, Khalifah langsung melakukan pertemuan tatap muka dengan Aparatur Sipil Negera (ASN) lingkup Kemenag Wakatobi di Aula Kantor Kemenag Wakatobi, Rabu (17/1/2018).


Khalifah yang baru saja dilantik menekankan kepada seluruh ASN Kemenag Wakatobi agar senantiasa disiplin dalam menjalankan tugas. Di samping itu, pihaknya juga mengharapkan guru-guru untuk pahami regulasi terkait TPG.
 
“diharapkan kepala seluruh ASN lingkup Kemenag Wakatobi agar disiplin dalam tugas termasuk di dalamnya pemahaman terhadap regulasi”. Harapnya. Hal ini, dikatakannya berdasarkan adanya informasi guru-guru yang mengembalikan Tunjangan Profesi Guru (TPG). Menurutnya dengan kejadian seperti ini, tidak akan  terjadi lagi kasus mengembalikan TPG yang sudah diterimanya, khususnya para dewan guru di madrasah.” Tambahnya.
 
Pada kesempatan itu Khalifah memberikan penekanan kepada kepala madrasah dan guru-guru madrasah agar hat-hati dalam menjalankan tugas termasuk dalam pencairan TPG.  
 
“kepada kepala madrasah dan guru-guru madrasah agar hati-hati dalam mencernah aturan dan regulasi terkait TPG. Sehingga tidak terjadi lagi adanya temuan dimana jam mengajarnya tidak mencukupi sesuai aturan yang berlaku. Semoga kejadian ini diharapkan ASN lingkup Kemenag Wakatobi tidak lagi mengulangi kesalahan yang sama,” harapnya.
 
Sementara itu ditemui di tempat terpisah Kepala Tata Usaha (KTU) Kemenag Wakatobi, La Umuri S. Pd. I. M. Pd, di kantor Kemenang Wakatobi mengungkapkan, jika pertemuan itu selain tatap muka ASN di lingkupnya dengan Kepala Kemenag yang baru, sekaligus ajang sosialisasi terkait kedisiplinan seluruh ASN lingkup Kemenag Wakatobi. Sehingga jika ada pemberlakuan aturan tidak menimbulkan salah penafsiran.


“Jadi pertemuan ini selain tatap muka dengan kepala kantor baru, sekaligus sosialisasi terhadap pemberlakuan serta penegasan kedisiplinan pada saat jam kerja,” ungkapnya.


Menurut La Umuri, seluruh ASN wajib memahami pemberlakuan kedisplinan. Pasalnya, beberapa waktu lalu ada sejumlah ASN di lingkup Kemenag Wakatobi dengan terpaksa dikenai sanksi. Sehingga ketika sosialisasi itu telah dipahami seluruh ASN diharapkan tidak mengulangi kesalahan yang sama.


“Beberapa waktu lalu ada sejumlah ASN lingkup Kemenag Wakatobi mengembalikkan tunjangan profesi yang sudah diterimanya, khususnya para dewan guru di madrasah. Hal itu, dikarenakan ada temuan di mana jam mengajarnya tidak mencukupi sesuai aturan yang berlaku. Semoga dengan sosialisasi ini diharapkan ASN lingkup Kemenag Wakatobi tidak lagi mengulangi kesalahan yang sama,” harapnya.


Turut hadir dalam pertemuan yang dirangkai dengan sosialisasi itu tampak sekitar 100 orang tenaga pengajar yang tersebar di sekolah-sekolah lingkup Kemenag Wakatobi.
 
Terkait dengan problema yang dialami para guru terkait pengembalian tunjangan profesi. Sejumlah guru meminta solusi kepada kepala kantor baru.


Di antaranya, sejumlah guru mengeluhkan kekurangan jam mengajar yang dipicu persoalan profesi guru yang mayoritas guru Agama Islam. Pasalnya, dalam hidup bermasyarakat seringkali guru Agama Islam dibutuhkan masyarakat setempat dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan seperti membaca. Kepala kantor Kemenag Wakatobi dengan sigap memberikan penjelasan sehingga kewajiban di kantor tidak terabaikan begitu pula urusan sosial kemasyarakatat tetap terjalin dengan baik. (rhd)
 

Berita lainnya